suplemenGKI.com

Ujilah Hati dengan Kebenaran Allah

Yeremia 17:9-10

 

Pengantar
Ada ungkapan “Follow your heart. Do what you love” (=Ikuti kata hatimu. Lakukan apa yang kamu suka). Ungkapan ini hendak menegaskan pada kita untuk mengikuti apa kata hati kita dan melakukan apa yang kita suka. Kalau hati kita selalu baik dan dipenuhi dengan kebenaran Allah tentu hal ini benar, lantas bagaimana kalau ternyata hati kita jahat? Apakah mengikuti kata hati adalah tindakan yang tepat? Mari kita menggali tentang hati dalam bacaan kita hari ini.

Pemahaman 

  • Ayat 9  : Mengapa hati dikatakan licik?
  • Ayat 10: Mengapa dikatakan bahwa Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin?

Bacaan kita masih berbicara tentang teguran Yeremia kepada bangsa Israel yang hatinya menduakan Tuhan. Khusus ayat 9-10, Yeremia berbicara soal hati manusia. Ayat 9 menyatakan bahwa hati itu licik. Licik menurut KBBI diartikan sebagai pandai menipu. Mengapa hati dikatakan licik? sebab biasanya menyembunyikan perasaan atau sesuatu yang buruk di bagian paling dalam sehingga di bagian luar seolah-olah baik. Hati juga mampu mendua dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya. Satu pun dari kita tidak bisa mengetahui isi hati seseorang, hal ini diungkapkan dalam ayat 9 “hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?”. Sehingga jika seseorang menyembunyikan apapun (yang baik ataupun yang buruk), tidak ada seorang pun yang akan tahu.

Dengan mengikuti kata hatinya, seseorang kerap kali dituntun pada pemberontakan, ketidaktaatan, dan kesedihan yang mendalam. Ha itu terjadi  bila orang menuruti kata hati tanpa mengujinya dengan ukuran kebenaran Allah. Nasihat “ikutilah kata hatimu” adalah nasihat yang buruk ketika hati kita sangat jahat. Yeremia beberapa kali mencatat tentang hati yang jahat, salah satunya dalam Yeremia 11:8 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat….”. Ayat ini mau menegaskan bahwa ada hati yang jahat. Walaupun hati mampu menutupi sesuatu di depan banyak orang, tapi hati tidak mampu menipu Tuhan. Dalam ayat 10 kita menemukan bahwa Allah menguji dan menyelidiki kedalaman hati setiap orang. Maka sehebat apapun kita menutupi siapa diri kita yang sebenarnya, Ia Mahatahu dan Ia akan menghakimi kita sesuai dengan tingkah langkah dan perbuatan kita yang dilihat-Nya dari hati kita masing-masing.

Dari kisah bangsa Israel ini kita diajak untuk bijaksana sebelum mengikuti kata hati. Sebab hati bisa menjadi sangat licik. Kita harus mengujinya terlebih dahulu dengan melihat apakah kata hati kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan atau tidak. Sebab hidup orang beriman haruslah berpegang teguh dan berpedoman pada firman dan kebenaran Allah agar kita mampu menjadi bijaksana dan berhikmat dalam melangkah dan bertindak di tengah kehidupan kita.

Refleksi
Ada seorang yang sedang putus asa sebab membutuhkan uang yang banyak untuk biaya pengobatan kekasihnya. Ia membutuhkan uang tersebut segera sebab kekasihnya harus segera di operasi. Padahal ia tidak memiliki uang sama sekali. Kemudian sewaktu ia melamun sambil memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang, hatinya seolah mendorong untuk mencuri barang apapun yang bisa dijual dengan harga tinggi, sebab rasanya tidak ada jalan lain. Tapi ia sadar bahwa mencuri adalah tindakan berdosa. Bagaimana jika orang tersebut adalah anda? Apa yang anda rasakan ketika hati berkata demikian? Apakah anda mau mengikuti kata hati anda?

Tekadku
Tuhan, mampukan aku untuk menguji hatiku dengan kebenaran-Mu sehingga tingkah langkah dan perbuatanku sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan selalu menguji kata hatiku dengan kebenaran Firman Allah sebelum aku mengambil tindakan dan keputusan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«