suplemenGKI.com

Ulangan 26:1-11

MEMBERI PERSEMBAHAN SEBAGAI BUKTI HIDUP BERIMAN

 

Pengantar

Ada sebuah tradisi di Toraja bagian Barat yang dikenal dengan istilah mangkaringi. Tradisi ini adalah kegiatan panen pertama para petani dari hasil bumi mereka, baik berupa padi, umbi-umbian maupun hasil ternak. Hasil pertama panen tersebut dipersembahkan ke gereja dan didoakan secara khusus. Makna dari tradisi ini yang juga dikenal dengan nama pesta panen raya adalah mengajak umat mengucap syukur kepada Tuhan atas panen yang diperoleh petani saat musim tanam pertama.

Pemahaman

  1. Memperhatikan ayat 3-11 tentang bagaimana cara mempersembahkan hasil pertama, apa yang harus disampaikan kepada para imam, serta sikap bersujud yang diatur sedemikian rupa dalam Taurat, dapatkan Anda menemukan tujuan Allah mengatur ini semua bagi umatNya?
  2. Ayat 11: Suasana seperti apa yang mewarnai upacara/tata cara pengumpulan hasil pertama ini diantara bangsa Israel?

 

Mempersembahkan hasil pertama dari tanah merupakan salah satu tradisi bangsa Israel yang dibangun bukan sekadar kebiasaan tanpa makna, melainkan atas dasar ketentuan Tuhan sendiri. Dalam sejarah perjalanan bangsa Israel bersama Tuhan, peristiwa demi peristiwa dilalui dengan serentetan bukti pertolongan dan pemeliharaan Allah yang akhirnya menghantar mereka masuk ke tanah perjanjian Kanaan yang berlimpah susu dan madu serta hasil buminya. Persembahan yang mereka kumpulkan ditentukan Allah dengan tujuan mengingatkan umat akan pemeliharaan Allah, bukan hanya dalam sejarah, melainkan juga untuk masa depan bangsa mereka. Umat diajak untuk mengucap syukur atas pertolongan Tuhan dan mengakui keberadaanNya sebagai sumber berkat.

Refleksi

Merenungkan firman Tuhan hari ini mengingatkan kita tentang makna dari persembahan itu sendiri, yaitu sebagai wujud ungkapan syukur kita atas pemeliharaan Allah atas hidup kita. Memberi persembahan, bukan hanya mengucap syukur untuk apa yang sudah kita terima, tetapi juga sekaligus menyatakan iman kita yang percaya bahwa Allah akan tetap memelihara hidup kita pada waktu yang akan datang dan seterusnya. Karena itu, benarlah seperti apa kata Taurat, memberi persembahan itu mendatangkan sukacita, bukan justru sarat dengan rasa terbebani, paksaan, dan bahkan dengan kekuatiran akan kekurangan.

Bagaimana dengan pemberian persembahan kita selama ini:
Sudahkah digerakkan dengan kerinduan memberi yang terbaik sebagai ungkapan syukur?
Sudahkah memberi dengan rela, beriman dan bersukacita?

Tekadku

Tuhan Allah Sang Sumber Berkat, ajarlah aku untuk selalu mengingat Engkau dan bukan hanya berkatMu.  Ajarlah aku untuk mengejar kehadiranMu, dan bukan materi dariMu. Sebab aku yakin, ketika aku memilih Engkau, aku sudah memiliki segala-galanya.

Tindakanku

Aku akan memeriksa kembali penggunaan uangku untuk menertibkan diri dalam mempersembahkan berkat yang sudah Tuhan percayakan padaku tiap hari/bulannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«