suplemenGKI.com

Yesaya 50:4-9.

 

“Tuhanlah Menolongku”

Pengantar:
Sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan kita pasti pernah mengalami situasi hidup yang berat, sulit dan sukar seperti yang dituliskan oleh nabi Yesaya dalam bacaan hari ini. Terkadang ada tekanan-tekanan dalam hidup yang bisa saja membuat kita merasa hidup ini begitu berat. Semua itu jika tidak sikapi dan dipahami dengan benar maka dapat mengakibatkan kemarahan, sakit hati, benci dan putus asa terhadap hidup ini. Melalui bacaan hari ini kita belajar bagaimana harus memposisikan diri dan menyikapi semua tekanan, himpitan dan beban berat yang menindih hidup ini.

Pemahaman:

  1. Apakah pesan utama dari teks Alkitab dalam bacaan hari ini?
  2. Bagaimanakah sikap yang tepat bagi seorang hamba? (v. 5-6)
  3. Siapakah sesungguhnya penolong sejati bagi kita? (v. 7-9)

Yesaya 50:4-9 ini adalah bagian dari nubuatan Mesias yang akan datang menyelamatkan umat Israel. Nubuatan ini disampaikan ketika umat Israel hidup terpuruk dalam pembuangan di Babel. Kita dapat membayangkan bagaimana beratnya tekanan yang harus dialami oleh bangsa Israel ketika berada dalam pembuangan. Dengan begitu beratnya tekanan maka bisa saja bangsa Israel tergoda untuk memberontak dan menyalahkan Tuhan. Walaupun tidak ada alasan bagi mereka untuk memberontak apalagi menyalahkan Tuhan, karena keberadaan mereka di pembuangan adalah karena ketidaktaatan mereka sendiri. Dalam nas ini diberitakan bagaimana Hamba Tuhan itu tetap dapat mengontrol kehidupannya yang walaupun di bawah tekanan yang berat. Tujuannya hendak mengajarkan kepada umat Israel sebuah sikap hidup yang benar ketika menghadapi tekanan yang berat. Ungkapan-ungkapan: Tuhan telah memberikan kepadaku: Lidah seorang murid, Tuhan telah membuka telingaku, Aku memberikan punggungku…dan pipiku…Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi, di satu sisi merupakan nubuatan tentang apa yang akan dialami oleh Mesias dalam rangka ketaatan-Nya sebagai seorang hamba demi menyelamatkan manusia berdosa. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bahwa bagian-bagian itu juga dapat dipahami sebagai seruan ketaatan bagi umat Israel kepada Tuhan sekalipun mereka berada dalam tekanan berat di pembuangan. Bahwa di tengah penderitaan dan tekanan hidup sesungguhnya Allah sedang meneguhkan Israel bahwa Tuhan akan tampil untuk memberikan pertolongan kepada mereka, Mesias akan memikul semua penderitaan, penghinaan dan malu karena Kasih Allah yang besar kepada umat-Nya.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Apakah ketika kita berada dalam tekanan hidup berat, kita masih tetap taat dan berlaku seperti seorang murid? Ataukah kita tergoda untuk memberontak?

Tekad:
Ya Tuhan, tolong kuatkan saya agar tetap taat kepada-Mu sekalipun dalam tekanan yang berat.

Tindakan:
Belajar selalu memandang kepada Yesus sang teladan ketaatan sejati sekalipun harus mengalami penderitaan hidup dan menjadikan Dia sebagai penolong yang sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*