suplemenGKI.com

Ulangan 30:15-20.

 

Jangan Sia-Siakan Kasih Setia Tuhan

 

Pengantar:
Ada sebuah kisah, yaitu ada seorang anak yang berulang kali mengecewakan ibunya, tetapi berulang kali pula ibunya mengampuninya. Suatu saat, anak itu bertanya, “Ibu, masih adakah pengampunan bagiku? Apakah aku boleh mencoba lagi taat kepadamu?” Ibunya menjawab dengan berlinang air mata, “Anakku, selama matahari masih terbit, selama itu juga pengampunanku tersedia bagimu” Puji Tuhan! Kasih setia Tuhan kepada kita umat-Nya jauh melebihi kasih seorang ibu kepada anaknya.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditekankan bagi umat Israel dalam pernyataan yang berupa pilihan di ayat 15-18?
  2. Apa maksud bahwa langit dan bumi dipanggil untuk menjadi saksi terkaitan dengan apa yang akan menjadi pilihan umat Israel dalam hidupnya di ayat 19-20?

Dalam bacaan ini bangsa Israel diperhadapkan pada suatu pilihan, yaitu antara kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Mereka akan menerima kehidupan dan berkat jika memilih mengasihi dan taat kepada Tuhan. Sebaliknya, kematian dan kutuk akan menimpa jika hati mereka berpaling dan tidak mau mendengar perintah Tuhan tetapi malah memilih disesatkan oleh ilah-2 lain. Bangsa Israel patut bersyukur memiliki Tuhan yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Walaupun berulangkali mereka menyeleweng dari Tuhan. Allah bukan hanya berjanji memulihkan mereka yang bertobat (ayat 3-5,9) tetapi juga akan mengubah hati mereka supaya mampu mengasihi dan mentaati firman-Nya (ayat 6,8) Tawaran pilihan itu sebenarnya menunjukan bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan dan belaskasihan-Nya kepada umat Israel.

Memilih untuk hidup taat dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan atau memilih untuk hidup tidak taat dan mau disesatkan oleh ilah-ilah lain adalah sebuah keputusan yang sangat serius dan mengandung konsekuensi besar. Maka pernyataan di ayat 19-20 itu hendak menegaskan keseriusan Tuhan terhadap perjanjian dan konsekuensi yang diterima umat-Nya sesuai dengan pilihannya. Memilih taat, setia pada Tuhan berarti memasukan diri pada kasih setia Tuhan yang kekal dan agung. Pilihan itu pula yang menjadi dasar hidup dalam segala aspek untuk selamanya dan Tuhan bertanggungjawab atas segala kehidupan umat-Nya. Sebaliknya, menolak kasih setia Tuhan berarti siap menanggung segala konsekuensinya.

Refleksi:
Tuhan menginginkan agar kita memilih taat pada firman-Nya, berarti memilih hidup dalam kasih setia Tuhan yang agung dan kekal. Kita akan menikmati segala berkat-Nya dalam Yesus Kristus. Bagian kita adalah mengasihi Dia, taat firman-Nya, melakukan perintah-Nya.

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya tidak berpaling dari pilihan untuk taat, setia kepada-Mu karena saya telah menikmati kasih, anugerah dan berkat-berkat-Mu.

Tindakan:
Saya mau memperbaharui dan memperbaiki sikap ketaatan, kesetiaan saya kepada perintah-perintah Tuhan, karena saya telah hidup dan menikmati kasih setia Tuhan yang agung itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*