suplemenGKI.com

1 Tesalonika 5: 12-13

“PEMIMPIN YANG MAU DIPIMPIN“

PENGANTAR

 

Masih dalam kerangka besar topik mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali, Paulus kini mendorong jemaat hidup dalam kehidupan yang patut sebagai orang Kristen, salah satunya adalah dengan memperhatikan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari persekutuan Kristen terhadap para pemimpin rohani kita, dan sebaliknya.

PEMAHAMAN

 

  1. Ayat 12: Siapa yang dimaksud dengan pemimpin-pemimpin rohani di ayat ini?
  2. Ayat 12-13: Apakah tanggung jawab kita terhadap para pemimpin rohani tersebut?
  3. Menurut Anda, apa tujuan Paulus memberi nasihat tersebut, baik bagi pemimpin maupun orang-orang yang dipimpin? Cobalah Anda renungkan!

Dari nasihat Paulus terkait dengan hubungan antara jemaat dengan para pemimpin rohaninya, baik dalam kehidupan bergereja maupun pribadi, maka kita merenungkan beberapa prinsip yaitu:

  • Hanya seorang pemimpin yang menjaga hidupnya dalam Tuhan dapat memimpin orang lain untuk memiliki kehidupan yang sama.
  • Keteladanan seorang pemimpin yang menjaga hidupnya dalam Tuhan akan membuat orang lain menghormati dan mengasihinya, termasuk ketika sudah tidak ada lagi jabatan/kedudukan sebagai pemimpin secara formal.
  • Bila tidak ada hormat dan kasih, maka fungsi kepemimpinan itu tidak akan berjalan. Paulus berkata, “… menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka.” Jadi bukan karena jabatan mereka, tetapi lebih pada fungsi/peranan mereka sebagai pemimpin.

Sikap menghormati dan kasih kepada para pemimpin adalah demi tercapainya tujuan membawa kita semua yang dipimpinnya benar-benar hidup dalam Tuhan. Jika tidak, kekacauan dan perpecahan yang muncul. Karena itu Paulus mengakhiri nasihatnya di bagian ini dengan kalimat, “Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.”

REFLEKSIKU

Mari bercermin dari firman Tuhan ini, bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri kita sendiri.  Apa yang sudah kita lakukan buat para pemimpin rohani kita? Dan bagaimana selama ini kita menjalankan peran kepemimpinan kita? (di keluarga, pekerjaan, dan organisasi).

TEKADKU

Tuhan, terima kasih Kau ingatkanku bahwa keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin ditentukan oleh seberapa besar kesediaannya menundukkan diri di bawah pimpinanMu. Tolonglah aku Tuhan untuk terus tunduk padaMu, hingga hidupku dengan semua perananku benar-benar Engkau pakai untuk menciptakan kedamaian. Amin

TINDAKANKU

Berikanlah dukungan kepada pemimpin-pemimpin rohani Anda hari ini dengan cara-cara Anda demi menunjukkan kasih dan efektifitas pekerjaan Allah bagi gereja/persekutuan Anda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«