2 Samuel 12:10-15

 

Konsekuensi Dosa (1)

 

Pengantar:
            Waktu kelas lima SD, saya senang bermain layangan. Saking senangnya hampir setiap hari setelah pulang sekolah saya bermain layangan bersama teman-teman. hampir setiap hari mulai pagi hingga menjelang sore, ayah bekerja di kebun – ladang, sehingga saya merasa bebas dari pengawasannya. Namun suatu hari ayahpun tahu apa yg saya lalukan sepulang dari sekolah. Saat itu ayah menghukum saya sangat berat yaitu harus membersihkan kandang babi setiap pulang sekolah selama satu bulan.  Sebuah konsekuensi yang sepadan.

Pemahaman:

  1. Apakah maksud pernyataan Tuhan di ayat 10 bagi keturunan Daud?
  2. Kemudian apa pula maksdu pernyataan Tuhan di ayat 11-12?
  3. Apa sikap yang ditunjukan oleh Daud setelah mendapat teguran dari Nabi Natan?

 Kisah perselingkuhan Daud dengan Betsyeba menjadi catatan kelam di tengah kegemilangannya sebagai raja Israel yang diurapi Tuhan. Dosa perselingkuhan Daud bahkan  berdampak sampai pada keturunannya. Keturunan Daud, hampir tidak pernah lepas dari penderitaan dan perseteruan satu dengan yang lain (lih. v. 14-18 dan Psl. 13-16 dst) Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah, apa yg Daud lakukan dengan tersembunyi terhadap Betsyeba, justru Daud  dipermalukan oleh anaknya sendiri – Absalom yang menyetubuhi gundik-gundik Daud di depan orang banyak (2Sam 16:22) Konsekuensi dosa yang memalukan.  

            Namun di balik semua konsekuensi yang dialami Daud, ada sebuah sikap Daud yang patut menjadi teladan bagi kita, yaitu kerendahan hatinya menerima teguran Natan, kemudian bertobat sebagai tanda penyesalan atas dosa yang telah dilakukannya (v. 13) Pengakuan Daud “Aku telah berdosa kepada Tuhan” itu menunjukan bahwa Daud benar-benar menyadari bahwa kesalahannya bukan saja telah menghancurkan orang lain tetapi juga telah membuat hubungannya dengan Tuhan menjadi rusak.

            Namun Anugerah pengampunan Tuhan selalu tersedia bagi setiap hati yang hancur, remuk dan mau bertobat berbalik meninggalkan dosa dan kembali kepada Tuhan (v. 13b) Pengakuan dosa yang lahir dari ketulusan dan kesungguhan hati pasti akan mendatangkan berkat pengampunan (v. 13b-15) Hal itu menunjukan bahwa Allah bukan saja sebagai hakim yang adil, tetapi juga sebagai hakim yang berbelas kasihan. Allah keras terhadap dosa tetapi juga merangkul orang berdosa yang mau bertobat. 

Refleksi:
Setiap kita telah berdosa bahkan cenderung berdosa, tetapi jangan berhenti di posisi terus berdosa. Kerendahan hati untuk bertobat itulah yang paling penting. Dan Tuhan siap menerima dan merangkul kita dengan mesra kembali.

Tekatku:
Tuhan ini aku orang berdosa, aku tidak sanggup melepaskan diri dari belenggu dosa, tolong bebaskan aku biar aku dapat berlari menuju kepada rangkulan kasih-Mu.

Tindakanku:
Aku akan mengingat-ingat setiap dosa yg pernah kulakukan, kemudian berbalik meninggalkannya berlari menuju Bapa yang maha kasih dan pengampun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«