suplemenGKI.com

Yesaya 49:1-7

TUGAS HAMBA TUHAN

Seperti renungan kemarin, perikop ini termasuk bagian kedua (pasal 40-55) dari keseluruhan  kitab Yesaya.  Latar belakang historisnya masih sama dengan bagian pertama, yaitu periode pembuangan Israel ke Babel.  Diperkirakan ada 15-20 ribu orang yang dibuang ke Babel dalam dua gelombang.  Di tengah situasi yang seperti itulah, Yesaya menjalani tugasnya sebagai nabi, yang adalah hamba TUHAN bagi Israel.

  • Bagaimana Yesaya memahami hubungan antara panggilan dan tugas kenabiannya?
  • Tugas apa yang diberikan TUHAN kepada Yesaya/hambaNya? (ay. 3-6)

Renungan

Mempelajari bagaimana TUHAN memanggil setiap hambaNya, secara khusus di Perjanjian Lama, selalu ada pola tertentu dimana panggilan tersebut mempunyai dua dimensi tujuan.  Dimensi pertama terkait dengan karakter dan kehidupan pribadi yang dipanggil.   Dimensi kedua,  terkait dengan pergumulan konteks (sosial-politik-spiritual) dimana kemudian pribadi yang dipanggil diutus ke tempat itu.  Maka  penting bagi setiap pribadi yang dipanggil mengetahui dan melaksanakan tugasnya sebagai hamba TUHAN.

Yesaya dipanggil dan diutus di tengah pergumulan bangsanya.  Secara spiritual, Israel adalah umat yang tidak lagi setia pada TUHAN.  Menjelang pembuangan mereka terbukti lebih mengandalkan bangsa lain dibanding TUHAN.  Itu sebabnya, TUHAN mengijinkan Israel ditawan dan dibuang di Babel (pergumulan sosial-politik).

Ada tiga tugas penting Yesaya sebagai hamba TUHAN.  Pertama, “menyatakan keagungan” TUHAN (ay. 3).  Tugas ini menuntut Yesaya untuk menceritakan kebesaran dan keagungan TUHAN  yang layak diandalkan Israel (psl 30-31, 33).  Kedua, “mengembalikan Yakub kepadaNya” (ay. 5).  Artinya, melalui Yesaya Israel dipanggil untuk mengutamakan TUHAN sehingga restorasi rohani akan berdampak pada tegaknya “suku-suku Yakub” (ay.6) yang terserak karena pembuangan.  Ketiga, “menjadi terang bagi bangsa-bangsa” (ay. 6).  Ketika Israel dipulihkan, bangsa-bangsa lain akan terheran-heran dan turut mengakui kedaulatan TUHAN yang disembah Israel.  Dengan demikian Israel dapat berperan kembali menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Dalam konteks Perjanjian Baru (Mat. 5:13-16;  28:18-20) dan sampai sekarang, tiga tugas yang diemban Yesaya  masih relevan menjadi tugas orang percaya/hamba TUHAN.  Tugas tersebut sekaligus menjadi ukuran sejauhmana seorang hamba menjalani panggilannya.  Adakah  kebesaran TUHAN diagungkan, bukan hanya melalui pemberitaan Injil secara verbal tetapi juga keteladanan hidup orang percaya/hamba TUHAN? Berapa banyak orang-orang yang dibawa kembali ke dalam persekutuan orang  percaya melalui pelayanan yang dilakukan?  Dan adakah orang percaya/hamba TUHAN mempunyai kerinduan menjadi terang bagi orang-orang lain yang belum percaya?

Orang percaya adalah mereka yang telah menerima anugrah keselamatan dari TUHAN.  Maka setiap orang percaya, tanpa terkecuali apapun profesinya adalah hamba TUHAN yang dipanggil untuk mengerjakan tugas kehambaannya dengan setia.  Pelayanan apapun dan dimanapun tidak pernah lepas dari persoalan.  Namun  tantangan pelayanan dan kehidupan yang dihadapi di masa sekarang tidak boleh menyurutkan semangatnya  dalam melaksanakan tugas yang sudah dipercayakan TUHAN.

Kesetiaan orang percaya/hamba TUHAN diukur dari kesetiaan menjalankan tugasnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«