suplemenGKI.com

Aku Mau Datang Kepada-Mu

Yesaya 12:2-6

 

Pengantar
Suatu hari hiduplah seorang bapak beragama Kristen yang kaya raya dan sangat rajin beribadah. Di tengah kehidupannya yang baik dan serba ada ia melupakan Allah. Ia berpikir bahwa kehidupannya akan selalu aman apalagi ia memiliki banyak uang. Suatu hari ia jatuh sakit yang cukup parah. Dalam kondisinya yang demikian, uang tak mampu menyelamatkanya. Ia kemudian menjadi takut dan berseru-seru meminta pertolongan pada Tuhan. Pernahkah Saudara mengalami pergumulan seperti itu? Mari kita berefleksi dari bacaan Alkitab hari ini. 

Pemahaman

  • Ayat 2-3: Apa yang membuat Yesaya memilih untuk percaya? Apa buah keselamatan dari Tuhan?
  • Ayat 4-6: Apa yang dilakukan orang percaya setelah mendapatkan air dari mata air kehidupan?

Di tengah-tengah pengasingan, dengan segala trauma yang ada – trauma fisik, emosional, dan spiritual – Nabi Yesaya mengundang umat pembuangan untuk menyanyikan nyanyian-nyanyian yang sudah mereka kenal sebelumnya yakni nyanyian perayaan saat mensyukuri pengalaman dibebaskan Allah. Harapannya, ingatan umat tentang Allah yang membebaskan serta menyelamatkan kembali dibangkitkan sehingga iman bangsa Israel semakin dikuatkan. Dalam ayat 2, Yesaya memberi teladan keteguhan hati di tengah penderitaan. Yesaya memilih untuk ‘percaya dengan tidak gementar’. Apakah mudah mengatakan hal itu dalam situasi pembuangan di negeri orang lain? Rasanya tidak. Namun Yesaya dengan mantap mengatakan hal itu karena ia tahu bahwa Allah adalah keselamatannya. Selanjutnya dalam ayat 3, Yesaya meyakini bahwa Allah menjanjikan mata air keselamatan untuk ditimba oleh umat-Nya. Ketika air langka, sumur menjadi sumber kehidupan. Allah menjanjikan mata air keselamatan ini bagi umat-Nya yang sedang mengalami ‘kekeringan’ dalam pembuangan. Namun untuk mendapatkannya, umat perlu usaha dengan ‘menimba’ air itu. Allah tidak ingin umat-Nya menjadi umat yang pasif dan hanya duduk diam saja menunggu kebutuhannya dipenuhi. Allah ingin umatnya datang kepada-Nya untuk mengambil air dari mata air keselamatan.  Dalam ayat 4-6 kita menemukan bagaimana orang percaya yang telah merasakan air kehidupan ini menyatakan syukurnya dan mendorong orang lain untuk juga memuji dan membesarkan nama Tuhan atas kebaikan dan anugerah yang sudah diberikan.

Di tengah ‘kekeringan’ hidup ini, Allah menginginkan anak-anak-Nya untuk aktif datang kepada-Nya meminta dan menimba air kehidupan itu. Datang kepada Tuhan artinya menyerahkan segala sesuatunya pada Tuhan dan berani untuk percaya pada-Nya, bukan percaya pada kekuatan sendiri. Namun untuk mampu percaya pada Tuhan tentu kita tidak bisa hanya datang saat kita butuh Tuhan saja atau saat masalah hidup datang. Kita harus membangun ‘percaya’ itu sehingga tidak hanya sebatas di pikiran, tapi memang lahir dari pengalaman iman sesehari kita bersama dengan Allah. Maka jangan tunggu masalah ada baru kita datang pada Allah.  Datanglah kepada Allah juga pada saat hidup kita baik-baik saja. Mari membangun pengalaman iman bersama Allah setiap hari.

Refleksi
Bayangkanlah Saudara sedang berada di tengah padang gurun yang sangat kering. Saat itu persediaan air minum habis. Mungkin Saudara ketakutan karena hampir mati kehausan. Namun tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mata air yang bening dan sangat menyegarkan. Apa yang akan saudara lakukan? Terkadang kehidupan ini juga seperti itu. Pelbagai masalah yang membebani membuat kehidupan ini serasa kering. Namun kita selalu diberi kesempatan untuk melihat  Allah Sang Mata Air Kehidupan yang tak jauh dari kita dan mendekat kepada-Nya.  Apakah Saudara telah melakukannya?

Tekadku
TUHAN, mampukan aku untuk selalu bersemangat datang kepada-Mu setiap hari.

Tindakanku
Mulai hari ini, dalam kondisi apapun, aku akan belajar untuk tidak mengandalkan kekuatanku sendiri, tapi aku akan datang kepada Allah, menyerahkan segala sesuatunya dan menaruh percayaku pada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«