suplemenGKI.com

Yeremia 31:4-6

 

Wujud: sifat kasih Allah yang walaupun dan kekal

Pengantar:
Kita sering mendengar istilah gaul, yaitu: NATO (No Action Talking Only) yang biasa diplesetkan dengan istilah OmDo (Omong Doang). Istilah tersebut hendak menjelaskan, bahwa, jika ada orang yang senang berjanji tetapi tidak bisa mewujudkannya, maka orang tersebut bisa dikenakan istilah NATO atau OmDo Kemarin kita berbicara tentang salah satu sifat Allah, yaitu “Kasih” yang adalah kasih yang “walaupun dan kekal”. Ketika Allah melihat bangsa Israel terpuruk karena dosa-dosa mereka, Allah berkata bahwa Dia akan menjadi Allah bagi Israel dan Israel akan menjadi umat-Nya. Bagaimanakah Allah mewujudkannya?

Pemahaman:

1)      Apakah pengertian konkrit dari pernyataan Allah pada ayat 4-5 bagi bangsa Israel?

2)      Bagaimanakah seharusnya sikap bangsa Israel terhadap wujud kasih Allah bagi mereka?

Istilah “membangun engkau kembali” bila dianalisa secara sederhana berarti, Israel dahulunya sudah pernah mengalami pembangunan Allah, yaitu ketika Allah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Intinya, Israel dahulu adalah bangsa yang diperbudak oleh bangsa Mesir. Budak adalah pihak yang sangat menderita dan tidak mempunyai kebebasan dalam segala aspek kehidupannya. Budak hanyalah hamba yang bisa diperlakukan sekehendak hati tuannya, itulah Israel dahulu. Ketika mereka dibebaskan oleh Allah mereka menjadi bangsa yang merdeka, merdeka dari perbudakan Mesir dan mereka juga bebas beribadah kepada Allah, berarti mereka juga bebas dari perbudakan dosa. Namun dalam perjalanan hidupnya, Israel memberontak kepada Allah sehingga kembali mengalami  belenggu, terpuruk dalam dosa, dan mereka tidak bisa membebaskan diri sendiri, kemudian Allah sendiri yang menolong mereka, itulah yang dimaksud “membangun engkau kembali”

Ketika Allah membangun Israel kembali, mereka dikatakan: Engkau akan menghiasi dirimu kembali…, akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali,..akan memetik hasilnya pula” (v. 4-5) menunjukkan ungkapan pemulihan Allah bagi Israel dari keterpurukan menjadi bernilai, bermakna dan Indah. Sungguh luar biasa pemulihan Allah melalui kasih yang walaupun dan kekal kepada Israel. Maka Israel kemudian mensyukuri wujud kasih Allah itu dengan berkata: “Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada Tuhan Allah kita!” Sebuah pernyataan komitmen, tekad dan semangat untuk memuliakan, beribadah kepada Allah yang telah mewujudkan kasih-Nya. Bagaimana dengan kita, jika hari ini kita merasakan wujud kasih Allah dalam hidup kita, apakah kita juga berkomitmen untuk memuliakan Dia seperti bangsa Israel?

Refleksi:
Seberapa banyak kita telah merasakan wujud kasih Allah dalam hidup kita? Apakah kita mau berkomitmen untuk memuliakan Allah karena Dia telah mewujudkan kasih-Nya bagi kita?

Tekad:
Tuhan, tidak terhitung banyaknya kasih-Mu dalam hidupku, biarlah aku bersyukur pada-Mu.

Tindakan:
Berjuang mensyukuri setiap wujud kasih Allah dalam hidup dengan semakin setia, semangat dan tulus melayani Tuhan melalui setiap kemampuan yang saya miliki.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«