suplemenGKI.com

KELUARGAKU MENYAMBUT AJAKAN-NYA

Yesaya 45:20-25

 

PENGANTAR
Karena kasih-Nya yang besar maka Allah selalu mengingatkan dan mengajak seluruh manusia di muka bumi ini datang kepada-Nya.  Mengapa?  Sebab keselamatan bagi seluruh bangsa adalah rencana sentral Allah bagi dunia.  Dalam kerangka rencana kekal itulah maka Dia selalu mengumandangkan siapa Diri-Nya kepada semua bangsa serta berjanji setia menyediakan diri-Nya untuk dijumpai bagaimanapun keadaan diri umat-Nya.  Kasih-Nya luas tak terbatas, selalu memberi kesempatan bagi umat-Nya hidup dalam rencana keselamatan-Nya yang kekal itu.  Hal itu terbukti melalui bacaan kita hari ini, Dia berseru kepada bangsa-bangsa untuk kembali kepada-Nya.  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana gambaran kehidupan umat dalam relasi dengan Allah? (ayat 20)
  • Bagaimana Allah memperkenalkan diri-Nya? (ayat 21)
  • Bagaimana Dia berjanji kepada umat-Nya (ayat 22-23)
  • Bagaimana saudara dan keluarga menyambut ajakan Tuhan dalam kerangka hidup dalam rencana keselamatan-Nya?

Kitab Yesaya pada prinsipnya terbagi dalam dua kerangka besar yaitu pasal 1-39 berbicara tentang berita penghukuman Allah sebagai wujud peringatan dan keadilan-Nya bagi umat yang tidak bersedia menyambut keselamatan-Nya.  Yang kedua,  pasal 40-66 berbicara tentang penghiburan Allah sebagai wujud ajakan dan kasih-Nya bagi umat yang bersedia datang kepada-Nya.  Perikop yang kita baca hari ini merupakan seruan Allah kepada semua bangsa, terkhusus kepada umat Israel, melalui nabi Yesaya yang mengajak umat kembali menyembah-Nya (ayat 20).  Dia membandingkan Diri-Nya dengan “patung dari kayu” (ayat 20) yang tidak dapat menjamin keselamatan.

Dengan tegas, Yesaya menyerukan bahwa tidak ada allah lain yang seperti Allah Israel, Dia tidak pernah putus memanggil semua bangsa untuk “berhimpun dan datang kepada-Nya”.  Sebab Dia satu-satunya Allah yang berani berkata “Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali” (ayat 23a).  Sebaliknya, bangsa-bangsa yang meletakkan harapan pada “patung dari kayu dan berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan” disebut sebagai bangsa yang tidak berpengetahuan (ayat 20).  Hal itu Allah lakukan semata-mata karena kasih-Nya yang besar bagi seluruh umat ciptaan-Nya.  Allah yang sejati itu, tidak hanya mencipta tetapi Dia menyatakan diri sebagai jaminan keselamatan (ayat 20-22).  Hal itu berarti hanya Dia satu-satunya pribadi yang bisa memenuhi segala kebutuhan terdalam manusia (ayat 23-25). Bahkan “Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu” (ayat 24).  Sehingga pada akhirnya semua bangsa akan bertekuk lutut di hadapan-Nya dan bersumpah setia dengan berkata “keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan” (ayat 23-24).  Sungguh, Allah mengajak kita kembali kepada-Nya dan meyakini Dia satu-satunya yang patut disembah.

REFLEKSI
Mari merenungkan: keselamatan yang Allah karuniakan kepada Israel, menjadi gambaran keselamatan kekal yang akan Allah kerjakan bagi seisi dunia.  Di dalam Dia, kebutuhan terdalam manusia akhirnya akan terpenuhi.  Hari ini, Allah mengundang semua pribadi bagaimana pun keadaan diri, semua keluarga bagaimana pun pergumulannya dan semua bangsa apapun latar belakangnya, tidak lagi hidup dalam kegelapan “allah lain”.  Dia mengajak semua umat datang dan menyambut uluran tangan kasih-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah kami, sebagai pribadi dan keluarga segera menyambut ajakan-Mu untuk datang menyembah dan menempatkan Engkau sebagai pribadi yang utama dalam keseharian, apapun kesulitan hidup hari ini. 

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya tidak mau lagi menyimpan dan mempercayai allah-allah lain, hidup dalam penipuan kuasa allah-allah lain.  Aku akan mengajak keluargaku hanya percaya kepada Kristus, yang setia menjamin kebutuhan terdalam hidupku yaitu keselamatan kekal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«