suplemenGKI.com

1 Samuel 1:9-20

CURHAT KEPADA ALLAH

PENGANTAR
Tidak ada hal apapun yang dapat kita sembunyikan dari hadapan Allah karena Ia maha tahu. Bagaimanapun keadaan kita dan apapun yang kita lakukan diketahui dengan jelas oleh-Nya. Padahal, kita bukan manusia yang sempurna. Kita masih sering gagal menghadapi ujian kehidupan; masih sering jatuh-bangun melawan dosa dan masih sering berkeluh-kesah ketika bertemu masalah. Namun, kenyataan-kenyataan ini tidak harus membuat kita cemas. Selain maha tahu, Ia juga maha kasih. Ia melihat seluruh pergumulan kita itu dengan penuh kasih. Allah yang maha tahu dan maha kasih itu adalah tempat “curhat” kita yang paling tepat.

PEMAHAMAN

Ay. 9-12      Perhatikanlah kapan Hana berdoa dan bagaimana caranya berdoa. Apa yang dapat Anda simpulkan mengenai doa Hana?

Ay. 13-17   Bagaimana tanggapan imam Eli melihat cara Hana berdoa? Bagaimana sikapnya setelah mendapatkan penjelasan dari Hana?

Ay. 18-20   Perubahan apa yang terjadi pada diri Hana setelah ia menyampaikan doanya kepada Allah?

Setelah makan dan minum, kebanyakan orang akan beristirahat. Namun, Hana menggunakan kesempatan itu untuk berdoa. Dengan berdoa seorang diri, Hana dapat lebih tenang dan lebih leluasa menyampaikan doanya. Hana berdiri, berdoa sambil menangis, mencurahkan kepedihan hatinya kepada Tuhan. Mulutnya bergerak-gerak tanpa bersuara karena ia memang sedang berbicara kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Ia juga menyampaikan nazarnya kepada Tuhan (ay. 11). Hana membawa seluruh pergumulan hidupnya di hadapan Tuhan dan dengan sepenuh hati memohon kasih Tuhan.

Melihat cara Hana berdoa, imam Eli sempat salah paham. Eli mengira Hana sedang mabuk. Namun, setelah mendengarkan penjelasan Hana, Eli dapat memahami mengapa Hana berdoa dengan cara demikian. Tuhan pun memakai Eli untuk meneguhkan iman Hana dan menguatkan hatinya (ay. 17). Setelah mencurahkan isi hatinya dan memperoleh jawaban Tuhan melalui imam Eli, Hana mampu bangkit dari kesedihannya. Ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi (ay. 18). Keesokannya harinya, ia bergabung dengan seluruh keluarganya untuk beribadah kepada Tuhan (ay. 19a). Dan, setahun kemudian, perjuangannya membuahkan hasil. Tuhan mengaruniakan seorang anak laki-laki kepadanya (ay. 20).

REFLEKSI
Allah yang maha tahu dan maha kasih adalah tempat yang paling tepat untuk mencurahkan isi hatiAnda. Bawalah seluruh pergumulan hidup Anda ke hadapan-Nya dan rasakanlah kasih-Nya.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar aku dapat terus memelihara hubungan yang akrab dengan-Mu. Nyatakanlah kasih-Mu setiap kali aku mencurahkan isi hatiku kepada-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan menyediakan waktu setiap hari untuk mencurahkan isi hatiku kepada Tuhan, baik ketika aku bersukacita maupun ketika aku sedang gelisah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«