suplemenGKI.com

Bilangan 21:4-9.

 

Pemberontakan mendatangkan murka, pertobatan mendatangakan pemulihan

 

Pengantar:
Seorang anak usia 13 tahun, berkali-kali merengek-rengek meminta agar ayahnya mengijinkankan mengendarai sepeda motor bersama teman-temannya, tetapi ayahnya tidak mengabulkannya. Namun suatu hari tanpa sepengetahuan ayahnya ia mengendarai sepeda motor bersama teman-teman sebayanya. Dengan kemampuan berkendaraan yang masih sangat terbatas, maka terjadilah kecelakaan hebat dan anak tersebut terluka parah. Ketika dirawat, ayahnya berkata kepadanya “engkau melawan ayah hasilnya celaka” Bagaimana kisah bangsa Israel dalam Bilangan 21:4-9 ini sehingga mereka dipagut ular?

Pemahaman:

- Dalam bacaan kemarin Israel mengalami kemenangan gemilang, mengapa dalam bacaan hari ini kita berjumpa dengan Israel dihukum Allah? (v. 6)

- Bagaimana sikap Israel ketika menyadari malapetaka menimpa mereka? (v. 7)

- Bercermin dari bangsa Israel, apakah kita juga kerap berada pada posisi memberontak?

Tidak berapa lama setelah Israel menikmati kemenangan atas orang-orang Arad di tanah Negeb, mereka berangkat dari gunung Hor menuju laut Teberau, Israel memberontak kepada Tuhan dan Musa. Pemberontakan itu dipicu oleh karena kekurangan makan maupun minum. Namun sebetulnya Tuhan masih menyediakan roti Manna bagi mereka, tetapi rupanya mereka tidak mensyukuri berkat Tuhan itu, mereka memberontak kepada Tuhan dan Musa. Pemberontakan itu mendatangkan hukuman bagi Israel, Tuhan mengirim ular-ular tedung memagut mereka & banyak yang mati.

Menyadari mereka akan binasa oleh ular-ular tedung itu maka mereka datang kepada Musa untuk memohon kepada Tuhan agar membebaskan mereka dari bencana tersebut seraya mengakui kesalahan mereka. Sebuah sikap bertobat ditunjukan oleh bangsa Israel. Namun bangsa Israel selalu menyadari kesalahannya setelah murkan Tuhan terjadi, hal itu sebetulnya tidak benar, karena sikap demikian sama artinya tidak mentaati Tuhan dengan sungguh-sungguh, namun karena kasih, Tuhan masih mengampuni (Lih. v 8-9)

Bertobat dari dosa-dosa adalah penting untuk kita hayati dan lakukan bukan ketika saat sudah mengalami murka Tuhan, namun sebaiknya sebelum terjadi murka Tuhan.

Refleksi:
Renungkanlah dan berefleksilah, berapa kali kita ketika mengalami hukuman Tuhan lewat berbagai-bagai masalah baru kita menyadari kesalahan kita. Dan ketika itu terjadi kita kemudian baru mau datang memohon ampun kepada Tuhan. Hal demikian tidaklah benar, sebaiknya tetaplah taat dan setia kepada Tuhan apapun keadaan kita. Walaupun tidak semua masalah yang kita alami karena murka Tuhan, kadang-kadang masalah terjadi agar kita belajar setia, taat dan mensyukuri Tuhan dalam hidup kita.

Tekad:
Aku mau berjuang untuk tetap taat, setia kepada Tuhan apapun keadaan yang kualami.

Tindakan:
Aku akan belajar taat: beribadah, melakukan apa yang Tuhan ajarkan oleh firman Tuhan, tanpa harus diingatkan oleh masalah dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«