suplemenGKI.com

Bacaan : Kejadian 1 : 26-31 ( Kej 2 : 1-7).

 “Manusia sebagai Gambar Allah”.

PENGANTAR.
Jika kita mencermati kisah penciptaan dalam kitab Kejadian maka seluruh rangkaian penciptaan-penciptaan itu dipersiapkan untuk kehidupan manusia. Setelah semuanya siap barulah Allah menciptakan manusia. Dalam renungan hari ini kita akan belajar tentang makna diciptakan menurut Gambar Allah.

PEMAHAMAN.

1. Manusia diciptakan Tuhan menurut Gambar dan Rupa Allah.
Apakah maksudnya ? ( ayat 26-27).

2. Manusia sebagai “gambar dan rupa” Allah, apa konsekwensinya ?
apa yang harus dilakukan manusia ?

Kejadian 1 : 27 dikatakan, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNYA, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka”. Dalam Perjanjian Lama ungkapan diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah memiliki pengertian bahwa manusia dijadikan Allah dengan memiliki kesamaan Illahi. Kesamaan tersebut digambarkan dengan kesamaan antara seorang Bapa dengan anak, dimana mereka memiliki relasi/hubungan yang indah. Manusia yang diciptakan menurut Gambar Allah seharusnya hidup sesuai dengan kehendak Tuhan Sang pencipta. Untuk memahami hal itu Perjanjian Baru memberikan penjelasan yang lebih gamblang. Dalam Perjanjian Baru ditegaskan bahwa Yesus Kristus  sebagai Anak Allah adalah Gambar Allah yang sempurna. Yesus Kristus mengejawantakan  yang secara nampak dari Allah. Didalam hidup Yesus Kristus kita dapat mengetahui bagaimana kemuliaan Tuhan Allah yang nampak dengan jelas dalam setiap karya dan kehidupanNya. Kehidupan Yesus selalu mencerminkan kehendak Bapa, karena IA adalah Gambar Allah yang sempurna.

Kita adalah umat percaya kepada Yesus Kristus. Kita disebut sebagai anak-anak Allah, kita juga telah dilahirkan/diciptakan  kembali oleh Allah menurut Gambar Allah. Dan hal itu berarti bahwa kita, dalam menjalani kehidupan kita, dimanapun kita berada, apapun yang sedang kita lakukan, kita harus mencerminkan hidup Illahi ( yang dikehendaki Allah ) dalam kehidupan sehari-hari. Jadi Gambar Allah bukanlah sesuatu yang berada secara status (karena kristen) tetapi merupakan panggilan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan hal itu mungkin dipenuhi jika :

1. Kita hidup didalam hubungan kasih dengan Allah.

2. Kita mentaati segala perintah Allah.
Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI.
Ambillah saat hening sejenak ! Renungkanlah, Apakah kehidupan kita sudah mencerminkan hidup Allah ? Sudahkah kita memiliki hubungan kasih dengan Allah ? Sudahkah kita mentaati segala perintah Allah ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya, agar mampu membangun hubungan kasih dengan Tuhan dan mentaati segala perintah Tuhan.

TINDAKANKU.
Dengan pertolongan Tuhan, mulai hari ini saya harus berjuang agar hidup saya dapat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«