suplemenGKI.com

Amos 7:10-17.

 

“Kebenaran Selalu Ditentang”

Pengantar:
“Kebenaran selalu ditentang” Sebuah ungkapan yang sudah bukan suatu rahasia lagi, bahwa memang suatu kebenaran hampir selalu mendapat tentangan atau mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang cenderung melawan kebenaran yang sesungguhnya. Biasanya pihak yang cenderung menentang suatu kebenaran adalah pihak-pihak yang hidup dalam kemunafikan, kepura-puraan dan ketidakbenaran. Tindakkan menetang kebenaran dengan memutar balik fakta biasanya bertujuan menutupi keburukannya sendiri. Itulah yang dialami oleh Amos, ketika ia berterus terang menyampaikan penglihatan dari Tuhan kepada Israel, Amos jsutru ditentang oleh Amazia seorang imam di Betel. Mari kita telusuri kisahnya.

Pemahaman:

1)      Apakah yang disampaikan oleh Amos sehingga Amazia mengusirnya? (v. 11, 16-17)

2)      Bagaimana respon Amazia selaku imam terkait dengan nubuatan Amos? (v. 10, 12-13)

Amos adalah juru bicara Allah yang mengkritik ketidakadilan di bangsa Israel baik secara religius maupun secara sosial. Ketidakadilan secara religius nampak dalam tindakkan para imam yang terlalu tunduk kepada pemerintah. Akibatnya umat Israel tunduk kepada agama yang didirikan oleh kerajaan dan bukan kepada Yahweh Allah nenek moyang mereka. Ketidakadilan secara sosial nampak dalam praktek penindasan, pemerasan, penyuapan, saksi dusta dan lain-lain. Oleh karena kejahatan Israel itulah maka Tuhan akan menghukum mereka seperti yang disampaikan oleh Amos bahwa: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan. Sementara Amazia sendiri keluarganya akan hancur. Isterinya akan menjadi seorang pelacur dan anak-anaknya akan mati terbunuh. Kemudian yang lebih buruk lagi ia akan kehilangan harta miliknya. Dan hal yang paling menyedihkan bagi seorang imam seperti Amazia, ia akan mati terbunuh dan dikuburkan di tanah yang najis tanpa pemberkatan yang layak di pemakaman.

Sebagai bentuk kebencian Amazia terhadap Amos, Amazia menuduh Amos telah melawan raja. Amazia memanfaatkan raja untuk mencoba menggiring Amos pada posisi yang sulit dengan tuduhan yang tidak benar. Selain itu Amazia juga mengusir Amos dari tanah Israel ke Yehuda. Amazia juga menghina Amos dengan sindiran bahwa Amos sedang mencari makan dengan cara bernubuat. Atas hinaan itu Amos dengan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan nabi, tetapi seorang pemungut buah ara hutan yang dipanggil Tuhan untuk melayani Tuhan. Amazia berusaha mencari kesalahan Amos demi menutupi kesalahannya sendiri yang tidak mampu menyuarakan suara kebenaran kepada bangsanya.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Entah kita sadari atau tidak, mungkin kita sering menentang kebenaran Tuhan, manakala hal itu mengusik hidup kita yang sesungguhnya tidak benar.

Tekad:
Ya Tuhan, jika saya ternyata adalah pribadi yang cenderung menentang kebenaran-Mu hanya untuk menutupi kesalahan saya, ampunilah saya ya Tuhan.

Tindakkan:
Belajar untuk hidup seturut dengan kebenaran Tuhan Yesus dan siap memperjuangkannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»