suplemenGKI.com

Selasa 10 Juli 2012

09/07/2012

Amos 7:1-17

Peringatan Tuhan

 

Tuhan tetap berharap bahwa bangsa Israel menyadari kesalahan dan dosa-dosanya, oleh sebab itu Tuhan tak jemu-jemunya mengingatkan dan menegur apa yang telah diperbuat oleh bangsa Israel melalui Amos seorang peternak domba.

  1. Apa yang telah Tuhan perlihatkan kepada Amos?
  2. Apa yang diharapkan Tuhan dengan penglihatan yang di dapat Amos?
  3. Apa yang dialami oleh Amos ketika menyampaikan penglihatan dari Tuhan?
  4. Apa yang dipertanggung jawabkan oleh Amos tentang penglihatan tersebut?

 

Renungan

Tuhan memakai Amos untuk terus mengingatkan bangsa Israel utara yang telah berbuat dosa.  Amos mendapat penglihat dari Tuhan, penglihatan yang pertama tentang belalang yang banyak dan memakan habis hasil tanaman di Israel utara. Penglihatan yang kedua, Tuhan memanggil api dan api itu memusnahkan semua hasil tanaman yang ada. Untuk kedua penglihatan ini Amos memohon kepada Tuhan supaya malapetaka tersebut dihindarkan dari bangsa Israel. Dan Tuhan mengabulkan permohonan Amos.

Amos mendapat penglihatan ketiga, tentang “tali sipat”, tali yang biasanya dipakai tukang bangunan untuk mengukur dan melihat apakah tembok yang dibangun sudah tegak lurus.  Tembok yang tegak lurus melambangkan kebenaran dan keadilan Tuhan. Tuhan akan menggunakan tali sipat untuk mengukur kehidupan umatNya, apakah umatNya tegak lurus ataukah telah miring.  Jikalau umatNya kedapatan masih miring, maka sama seperti tembok yang miring harus segera dibongkar.

Pada bagian ini juga diperlihatkan bahwa bukit-bukit pengorbanan dari Ishak dan keluarga Yerobeam II (kerajaannya) semuanya akan diruntuhkan. Kedua hal tersebut adalah bagian yang penting dari keberadaban bangsa Israel utara, yang akan hancur.

Menubuatkan kehancuran bangsa Israel utara, tentunya tidak menyenangkan bagi orang-orang atau imam-imam yang sedang bertugas di daerah tersebut, oleh sebab itu Amazia mengusir Amos, serta menyuruh Amos untuk mencari makan di Yehuda. Bagian ini juga mengindikasikan bahwa ternyata ada imam-imam/nabi yang dibayar untuk menubuatkan hal-hal yang menyenangkan rajanya. Amos dengan jelas menjelaskan bahwa ia bukan dari golongan nabi-nabi, namun ia dipilih oleh Tuhan sendiri untuk menyampaikan FirmanNya kepada umatNya.

Tuhan memakai banyak cara untuk terus memperingatkan umatNya untuk bertobat, bahkan Tuhan memanggil Amos yang bukan dari golongan nabipun, untuk memperingatkan bangsa Israel supaya mereka kembali kepada Tuhan. Amos berani menyampaikan Firman Tuhan sekalipun ia diusir keluar, Amos juga tidak mengurangi beritaNya sekalipun berita itu tidak menyenangkan bagi raja Israel utara. Bahkan Amos dengan tegas menyatakan hukuman bagi umatNya yang tidak mau bertobat, mereka akan dibuang dan dibinasakan.

Peringatan Tuhan kepada bangsa Israel senantiasa diberikan terus menerus dengan tujuan mereka bertobat dan hidup baru, karena Tuhan mengharapkan umatNya benar-benar hidup di dalam kehendakNya.

Bagaimana dengan kita? Bagaimana kalau “tali sipat” itu dikenakan kepada kita semua? Tetapkah kita berdiri “tegak lurus ataukah “telah miring”?

Mari kita introspeksi diri sendiri, supaya hidup kita semakin berkenan kepadaNya?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»