suplemenGKI.com

1 Korintus 1:1-9

BERSYUKUR KEPADA ALLAH YANG SETIA

PENGANTAR

Surat pertama kepada jemaat di Korintus, ditulis oleh Paulus setelah ia menerima kabar buruk yang dibawa oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang perselisihan yang ada di jemaat Korintus (1 Korintus 1:11). Berita buruk itu, antara lain adalah: keikutsertaan jemaat Korintus dalam upacara-upacara keagamaan dari bangsa kafir serta masalah-masalah etis dan moral. Selain itu, surat ini juga merupakan surat penggembalaan untuk menggembalakan jemaat di Korintus, termasuk menegur jemaat yang memiliki berbagai macam karunia, tetapi saling menyombongkan diri satu dengan yang lain.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3       : Apakah isi salam pembuka surat Paulus kepada jemaat di korintus yang pertama?
  • Ayat 4-6       : Mengapa Paulus selalu mengucap syukur?
  • Ayat 7-9       : Apakah harapan Paulus bagi jemaat di Korintus?

Di dalam pembuka surat Korintus, Paulus menjelaskan bahwa identitasnya sebagai rasul Kristus Yesus adalah atas kehendak Allah. Demikian juga dengan jemaat yang ada Korintus, mereka menjadi umat kudus atas penetapan Kristus Yesus. Hal ini menegaskan bahwa Tuhan yang lebih dahulu berinisiatif, memanggil umat-Nya untuk menjadi murid Kristus yang mau mengikuti dan hidup di dalam Dia.

Paulus melanjutkan salam pembukanya dengan ucapan syukur. Ucapan syukur yang disampaikan oleh Paulus bukanlah sekedar formalitas dalam sebuah surat. Dari cara Paulus mengungkapkan syukur kita bisa belajar tentang sikap yang benar dalam mengucapkan syukur. Mengucap syukur harus dilakukan terus-menerus. Untuk mempertegas makna ini, Paulus menambahkan kata “senantiasa” karena ia ingin menunjukkan bahwa ucapan syukur harus menjadi gaya hidup setiap orang percaya.

Pertama kali Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus, ia menjelaskan hal-hal apa saja yang akan mereka terima sebagai umat Allah. Paulus dengan bangga menuliskan bahwa di dalam Kristus, jemaat di Korintus sudah menjadi kaya dalam segala perkataan dan pengetahuan. Bahkan di ayat 7 Paulus menegaskan bahwa mereka tidak kekurangan dalam satu karuniapun. Di bagian akhir, Paulus menjelaskan tentang jaminan bahwa Allah yang menebus serta memanggil umat-Nya dalam persekutuan yang indah dengan Yesus Kristus, adalah setia. Paulus menjelaskan tentang kesetiaan di dalam 2 Timotius 2:13 yang berbunyi: “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Dengan jaminan inilah hidup kita tidak akan terlepas dan jauh dari Allah. Tuhan selalu setia pada kita, biarlah hal ini menjadi dasar bagi kita untuk hidup penuh syukur dan setia kepada-Nya.

REFLEKSI

Sudahkah aku bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan kepadaku? Ataukah aku masih selalu bersungut-sungut dengan kehidupan ini? Sudahkah saya menjadi murid yang setia?

TEKADKU

Ya Allah mampukan kami untuk selalu bersyukur kepada-Mu setiap waktu atas apapun yang kami alami, serta bimbing kami untuk menjadi murid-Mu yang setia.

TINDAKANKU

Selalu mengucap syukur atas apapun yang terjadi di dalam kehidupan saya dan tetap setia untuk beribadah pada-Nya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«