suplemenGKI.com

Bacaan : I Samuel 3 : 10 – 21.

Memahami panggilan Tuhan [bag 2].

Ketika imam Eli memberitahu Samuel bahwa, sesungguhnya yang memanggilnya adalah Tuhan dan imam Eli mengajarkan bagaimana Samuel seharusnya merespon panggilan Tuhan, maka Samuel pun melakukan seperti yang diajarkan oleh imam Eli. Oleh sebab itu ketika Tuhan kembali memanggil Samuel maka Samuel segera merespon panggilan tersebut dengan benar. Ia berkata, “Berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengar”. Dengan kalimat tersebut Samuel membuka hatinya dan telinganya untuk Tuhan.

Pertanyaan penuntun.

  1. Kesiapan hati Samuel untuk mendengar suara Tuhan, berlanjut dengan Tuhan bersabda kepada Samuel. Apa yang di Firmankan Tuhan kepada Samuel ? [ayat 11-14]
  2. Bagaimana sikap Samuel terhadap Firman Tuhan yang telah diterimanya ? bagaimana ia harus menyampaikan kepada imam Eli ? [ ayat 15-18 ]
  3. Bagaimana hidup Samuel berikutnya dalam memahami panggilan Tuhan ? [ayat 19 – 21 ].

RENUNGAN.

Ketika Samuel sudah cukup mengerti dan memahami dengan siapa ia berhadapan, maka Samuel memasang telinga dan hatinya dengan sebaik mungkin. Maka selanjutnya Allah menyampaikan FirmanNya kepada Samuel.  Firman Allah tersebut berisi berita penghukuman Allah kepada imam Eli dan keluarganya. [ayat 11-14]. Imam Eli dan keluarganya akan dihukum Allah karena anak-anaknya menghujat Allah dan imam Eli tidak memarahi mereka [memperingatkan/menegur], sehingga kehidupan mereka menjadi batu sandungan bagi umat Tuhan.

Samuel menerima Firman Tuhan tersebut dengan hati terbuka, namun ia enggan menyampaikannya kepada imam Eli, karena ia hidup dan dibentuk menjadi hamba Tuhan ditengah-tengah keluarga imam Eli. Keesokan harinya ia bekerja seperti biasa, berat rasanya untuk bertemu dengan imam Eli, namun akhirnya imam Eli meminta dengan sangat agar Samuel menyampaikan kepadanya apa yang telah di Firmankan Tuhan kepadanya ? lalu Samuel memberitahukan berita penghukuman yang akan dilakukan Tuhan kepada imam Eli dan keluarga. Imam Eli pun dapat menerima berita tersebut dengan pasrah kepada Tuhan, karena ia pun menyadari segala dosa yang telah diperbuat anak-anaknya.

Dalam memahami dan menjalankan tugas panggilan Tuhan Samuel menjalankannya dengan sikap hati yang terbuka kepada Tuhan dan keberanian yang tinggi dalam menyampaikan setiap Firman Tuhan kepada umat Tuhan sehingga Firman Tuhan kembali didengar oleh umatNya. Dan yang sangat penting adalah bahwa Tuhan menyertai Samuel dalam setiap karya pelayanannya.

Marilah kita memahami panggilan Tuhan dengan benar sehingga ketika kita melayani Tuhan, kita dapat memiliki pengalaman hubungan pribadi yang indah dengan Tuhan. Kita tahu dan mengerti siapa yang kita layani ? sehingga kita dapat memaknai pelayanan kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. amin.

 “Hidup adalah sebuah panggilan mulia untuk melayani Tuhan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*