suplemenGKI.com

Yesaya 35:1-10

SIAPA YANG KAU ANDALKAN?

PENGANTAR
Seperti yang telah kita pelajari kemarin, Yesaya pasal 35 merupakan bagian terakhir dari Yesaya pasal 13-35 yang berbicara mengenai  kedaulatan Tuhan atas bangsa-bangsa. Mengapa Yesaya mengangkat tema ini?  Pada masa itu, yaitu di tahun 705-701 sebelum Masehi, kerajaan Yehuda sedang diserang oleh kerajaan Asyur. Mereka tidak berdaya menghadapi kekuatan tentara kerajaan Asyur (lihat pasal 28:18b, 29:2-3,7). Menghadapi kondisi seperti itu, alih-alih bersandar kepada Tuhan, mereka justru berupaya dengan cara mereka sendiri, yaitu mencari perlindungan kepada Mesir (lihat pasal 30:1-5, 31:1-3). Nubuat ini disampaikan agar mereka sadar bahwa hanya Tuhan yang dapat mereka andalkan, bukan Mesir atau bangsa-bangsa lain. Dalam perikop kita hari ini, Yesaya 35, kedaulatan Tuhan dinyatakan dalam bentuk tindakan penyelamatan yang akan dilakukan-Nya bagi umat-Nya.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-2.  Datangnya keselamatan dan pemulihan itu digambarkan dengan indah di ayat-ayat ini.  Gambaran apa yang digunakan di sini?  Apa yang hendak ditegaskan melalui penggambaran ini? (Catatan: Libanon, Karmel dan Saron adalah tempat-tempat yang terkenal sangat subur)
  • Ay. 3-4.  Apa yang diharapkan dengan janji pemulihan di atas?  Kepada siapakah penghiburan ini diberikan?
  • Ay. 5-10.  Dalam hal apa saja mereka akan mengalami pemulihan?  Sebutkanlah minimal empat hal. Perhatikan juga bagaimana pemulihan itu terjadi.  Pesan apa yang hendak disampaikan di sini?

Berbeda dari bangsa-bangsa lain yang akan menerima hukuman, umat Tuhan justru akan mengalami pemulihan.  Bayangkan perubahan drastis yang digambarkan di sini.  Padang gurun, padang kering dan padang belantara adalah gambaran keadaan mereka sebelum dipulihkan.  Sedangkan kesuburan Libanon, Karmel dan Saron adalah gambaran keadaan mereka setelah dipulihkan.

Janji pemulihan ini diberikan kepada umat-Nya yang sedang tidak berdaya, baik secara fisik (ay. 3, “tangan yang lemah” dan “lutut yang goyah”), maupun mental (ay. 4, “tawar hati” dan “takut”). Kondisi ini terjadi karena terbatasnya kekuatan mereka dan besarnya kekuatan musuh yang mereka hadapi.  Karena itu, Tuhan akan melakukan pemulihan yang menyeluruh bagi mereka.  Pemulihan akan terjadi meliputi pemulihan fisik, pemulihan atas kondisi tanah mereka (berarti juga dalam pekerjaan mereka sebagai petani), pemulihan secara sosial (yaitu pulihnya keamanan) dan juga secara spiritual (di mana mereka dapat kembali beribadah di Bait Allah dengan penuh sukacita).  Semua bentuk pemulihan yang mereka alami itu akan terjadi secara ajaib.  Ini memberikan pesan yang tegas bahwa kuasa Tuhanlah yang telah mengerjakannya bagi mereka.

REFLEKSI
Ketika tidak berdaya, kita akan tergoda untuk mencari solusi yang cepat dan mudah. Periksalah dan waspadalah, apakah cara tersebut sesuai dengan kehendak-Nya.

TEKADKU
Tuhan, berilah aku hikmat agar aku tidak terpikat hanya oleh solusi yang cepat dan mudah. Berikan juga kepadaku ketulusan untuk menerima teguran dari-Mu melalui orang-orang di sekitarku.

TINDAKANKU
Aku akan mengevaluasi cara-cara yang selama ini aku gunakan untuk menyelesaikan masalahku, dan meninggalkan cara-cara yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«