suplemenGKI.com

Yesaya 35:1-10

SUMBER PENGHARAPAN

 

Pengantar
Dalam novelnya yang berjudul “Ibuk”  yang dirilis bulan Juni 2012, Iwan Setyawan selaku penulis mengkisahkan perjuangan Tinah yang bersuamikan Sim, seorang sopir angkot yang tidak lain adalah kedua orangtuanya.  Melalui novelnya, Iwan bertutur mengenai dukungan  ibunya  agar ia bisa sekolah.  Salah satu keputusan tersulit adalah ketika harus menjual angkot yang menjadi sandaran hidup keluarga.  Namun keputusan yang tidak mudah  ini telah menorehkan pelajaran berharga bagi Iwan untuk menghargai kesempatan bisa belajar.    Alhasil, ketika besar, Iwan bisa mendapat beasiswa studi ke luar negeri.  Bahkan bekerja di perusahaan-perusahaan besar di USA, sebelum kemudian kembali ke Batu, Malang.  Novel ini, Iwan persembahan kepada kedua orangtuanya, khususnya ibuk yang telah menjadi sumber pengharapan meraih kesuksesannya kini.

Pemahaman
Ayat 1-5:  Bagaimana keadaan umat yang digambarkan dalam bagian ini?
Ayat 5-10:  Apa yang menjadi pengharapan Israel?
Ayat 2, 4, 10:  Apa peran Tuhan dalam pengharapan Israel? 

Hal yang sama juga berlaku bagi Israel.  Sukacita besar yang dirasakan (1-2) bukan semata-mata karena hancurnya Edom (pasal 34) yang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan serta penempatan Israel di tanah yang terjanji(34:16, 17), tetapi yang terutama adalah bahwa semua peristiwa  itu menegaskan kembali eksistensi YAHWEH sebagai Allah dan ibuk bagi Israel.  Allahlah yang  melindungi, menjaga, dan merawat Israel seperti seorang ibuk.  Wajar bila keyakinan ini diekspresikan melalui sukacita yang mengajak umat menguatkan tangan, lutut, dan hati menyambut Allah yang “datang menyelamatkan kamu!” (4).  Sebab “orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang” ke Sion dengan bersorak sorai” (10).  Dengan kata lain, Israal menempatkan Allah menjadi sumber pengharapan, baik di masa sulit maupun di masa senang.  

Bagaimana dengan kita di masa kini dan nanti?  Selaku orang percaya, siapakah sumber pengharapan dalam hidup kita:  uang, jabatan, kesehatan atau Allah?  Hendalknya kita belajar seperti Israel yang meyakini bahwa tidak ada sumber lain, selain Allah! Apakah persoalan lantas selesai?  Apakah tidak ada lagi tantangan dalam kehidupan?  Tidak!  Semua masih normal, yaitu kehidupan selalu diwarnai dengan beragam persoalan. Namun perbedaannya adalah siapa yang menjadi sumber pengharapan dalam hidup.  Ada ungkapan bahwa Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu biru tanpa awan gelap! Atau bunga mawar tanpa layu daunnya!  Yang Allah janjikan adalah kekuatan dan penghiburan melewati semua keadaan itu.  So, jadikanlah Allah sebagai sumber pengharapan dan kekuatan hidup.

Refleksi
Siapa atau apa yang menjadi sumber pengharapanku:  uang, kesehatan, kekuasaan, prestasi, keluarga atau Allah?  Bagaimana aku yakin akan hal itu?

Tekadku
Aku mau menempatkan Allah sebagai ibuk yang menguatkan harapanku.

Tindakanku
Aku mau memberi yang terbaik dalam hidup sebagai bukti cinta kasihku kepada Allah yang menjadi sumber pengharapanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«