suplemenGKI.com

Mazmur 34:10-15

TAKUT AKAN TUHAN

PENGANTAR
Melalui bacaan kemarin kita telah belajar betapa pentingnya hikmat yang didasarkan pada takut akan Tuhan bagi kehidupan kita. Melalui bacaan hari ini kita memperdalam pemahaman kita mengenai takut akan Tuhan dan bagaimana mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan kita hari ini diambil dari Mazmur 34. Bagian awal dari mazmur ini, yaitu ayat 2-9, berisi  puji-pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan.  Sedangkan bagian sisanya, yaitu 10-23, berisi pengajaran, dan karena itu disebut sebagai puisi hikmat. Bacaan kita hari ini, ayat 10-15, merupakan bagian dari puisi hikmat itu.

PEMAHAMAN

  • Ay. 10-11. Nasihat apakah yang diberikan oleh pemazmur di awal pengajarannya? Menurut Anda, apa artinya ”takut akan Tuhan”? Mengapa pemazmur membandingkannya dengan singa-singa muda? Bagaimana Anda membangun sikap takut akan Tuhan.
  • Ay. 12-13. Mengapa pemazmur menyapa dengan ”anak-anak”? Hasil apakah yang diperoleh dengan takut akan Tuhan?
  • Ay. 14-15. Bagaimana sikap takut akan Tuhan itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari?

Di ayat 10 kita dapat melihat bahwa pemazmur mengawali pengajarannya dengan nasihat untuk takut akan Tuhan.  Di dalam istilah ”takut akan Tuhan” terkandung rasa takjub dan sikap hormat kepada Tuhan.  Rasa takjub dan sikap hormat kepada Tuhan itulah yang bekerja di dalam hati seseorang dan mengerakkan  pertumbuhan spiritual dan moral dalam kehidupannya.  Takut akan Tuhan merupakan dasar dari hikmat (bandingkan dengan Amsal 1:7).  Di ayat 11 sikap takut akan Tuhan dibandingkan secara kontras dengan kekuatan fisik yang dimiliki singa-singa muda. Kekuatan fisik tidak dapat diandalkan untuk menghadapi tantangan kehidupan, sedangkan sikap takut akan Tuhan akan menghindarkan seseorang dari kekurangan. Kita dapat membangun sikap takut akan Tuhan melalui ibadah kita, baik ibadah bersama maupun ibadah pribadi.

Dalam ayat-ayat berikutnya (ay.12-15) nasihat itu dikembangkan lebih lanjut.  Dengan sapaan ”anak-anak” (ay.12), pemazmur menempatkan dirinya sebagai seorang guru yang mengajar dengan penuh kasih.  Melalui pertanyaan pengajaran di ayat 13, pemazmur menjelaskan bahwa mereka yang takut akan Tuhan akan mendapatkan umur yang panjang dan menikmati kehidupan yang baik.

Selanjutnya, dalam ayat 14-15 pemazmur mengajarkan bahwa sikap takut akan Tuhan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.  Sikap itu diwujudkan melalui perkataan yang jujur, perbuatan yang baik, dan kesungguhan dalam membangun hubungan dengan sesama (ay. 15, ”carilah perdamaian”).

REFLEKSI
Sikap takut akan Tuhan harus kita bangun dengan cara yang seimbang, melalui ibadah kepada Tuhan dan juga melalui sikap, perkataan, dan tindakan terhadap sesama.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk senantiasa membawa sikap takut akan Tuhan di dalam caraku beribadah, dan juga caraku memperlakukan orang lain

TINDAKANKU
Hari ini atau besok, aku akan melakukan atau mengatakan sesuatu yang dapat mempererat atau memperbaiki hubunganku dengan seseorang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«