suplemenGKI.com

2 Samuel 11:27-12:15                    

TAHU DIRI DONG !

 

Pengantar
Secara sengaja judul renungan hari ini sama dengan film trio Warkop (Dono, Kasino, Indro) yang sering ditayangkan di televisi nasional. Film trio Warkop yang berjudul Tahu Diri Dong menceritakan berbagai persoalan yang muncul akibat ulah Kasino, Indro dan Dono. Meski ada banyak masalah ditimbulkannya, Kasino, Indro dan Dono tetap tidak sadar diri. Mereka menganggap bahwa semua baik-baik saja. Padahal akibat ulah mereka bertiga tidak sedikit pula kekacauan sudah terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Tuhan juga pasti sering berjumpa dengan orang yang tidak tahu diri seperti dalam film trio Warkop. Ada yang mungkin pernah berjumpa dengan orang yang melakukan korupsi tapi tetap menganggap diri paling jujur, ada yang sering dibantu tapi tidak pernah berterima kasih, ada juga yang melakukan kesalahan tapi tetap merasa diri benar dan lain sebagainya.

Pemahaman
Ayat 11:27           Apakah yang dinantikan Daud untuk dapat memiliki Betsyeba sepenuhnya ?
Ayat 12:1-15       Apa yang Allah perintahkan kepada Natan ? Bagaimanakah cara Natan menegur Daud ?

Kematian Uria merupakan tujuan utama Daud. Keinginan kuat memiliki istri Uria yang bernama Batsyeba menjadi motivasi utama tindakan Daud. Dengan sabar Daud menantikan momentum untuk dapat memiliki Batsyeba secara penuh. Setelah Batsyeba melewati masa berkabungnya, Daud memerintahkan agar Batsyeba dibawa ke istananya (ayat 27). Tindakan Daud merupakan tindakan yang sangat tidak pantas dilakukan dan jahat dimata Tuhan.

Allah mengutus Natan untuk menegur Daud. Natan datang menjumpai Daud dan menyampaikan sebuah cerita tentang tindakan semena-mena seorang yang kaya kepada sesamanya yang miskin. Cerita itu sangat menggugah hati Daud. Membuat Daud menjadi marah. Daud tidak sadar bahwa cerita yang disampaikan Natan menunjuk pada diri Daud yang rakus dan jahat. Natan dengan tegas dan keras menegur Daud atas tindakannya membunuh Uria untuk bisa mendapatkan Batsyeba. Tentu tindakan Daud itu tidak dapat ditolerir. Tindakan Daud itu mengandung konsekuensi yang berat. Allah telah menyiapkan hukuman berat bagi Daud atas sikapnya itu.

Kisah Daud dan Batsyeba bukanlah kisah romantisme atau kisah percintaan yang indah. Kisah Daud dan Batsyeba yang sangat terkenal itu, sarat akan pesan moral. Salah satunya adalah sikap manusia yang seringkali tidak tahu diri. Perhatikan bagaimana Daud begitu marah mendengar cerita yang disampaikan oleh Natan. Daud tidak bercermin pada dirinya. Daud tidak menyadari perbuatannya.

Saat ini ada banyak orang melakukan tindakan seperti yang dilakukan Daud. Untuk mencapai kepentingannya atau kepuasan dirinya, dia menyingkirkan orang lain. Tidak sedikit juga yang merasa memiliki kekuatan dan kekuasaan kemudian bermaksud menguasai semua yang ada dihadapannya. Itulah contoh sikap tidak tahu diri yang ada dalam diri manusia. Manusia seringkali lupa siapa dirinya dihadapan Tuhan. Dia berpikir bahwa Tuhan menutup mata atas setiap tindakan dan perbuatan yang semena-mena dan menindas.

Refleksi
Umat diajak untuk belajar tahu diri. Umat Tuhan hanyalah manusia yang terbatas. Sekuat dan sebesar apapun kuasa yang dimiliki, masih ada Tuhan yang lebih berkuasa. Tuhan tidak akan tinggal diam terhadap sikap jahat manusia. Hidup didunia hanya sementara, oleh karenanya belajar menerima dengan ketulusan dan keikhlasan apa yang Tuhan sudah berikan. Itu baru namanya tahu diri.

Tekad
Ya Allah ajar saya dan keluarga untuk selalu bersyukur pada segala sesuatu yang Engkau telah berikan. Jangan biarkan kami jatuh dalam hawa nafsu yang menghancurkan hidup kami sekeluarga.

Tindakan
Belajar membangun budaya mengucapkan terima kasih ditengah keluarga. Membangun kebiasaan untuk hidup secukupnya dan tidak berlebihan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«