suplemenGKI.com

Amsal 22: 1-9, 22-23

HIDUP BIJAK BAGI SESAMA

 

PENGANTAR
Kitab Amsal memberi pelajaran bagi setiap pendengar dan pembacanya agar memiliki hidup lebih bijaksana.  Di sepanjang bulan September, merupakan bulan keluarga bagi gereja kita.  Mari belajar dari kitab Amsal ini bagaimana hidup berkeluarga yang Tuhan inginkan, khususnya berkaitan dengan bagaimana hidup bijak bagi sesama di tengah-tengah berkat yang Tuhan titipkan bagi kita.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1, 2, 7-9: Bagaimana kitab Amsal bicara tentang orang yang kuat (kaya) dan orang yang lemah?
  • Ayat 22-23: Bagaimana sikap Tuhan bagi mereka? Apa yang Tuhan kehendaki?
  • Apakah kita sudah belajar hidup bijak bagi sesama di tengah-tengah berkat-Nya?

Hidup bijaksana tidak semata berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan sesama.  Itulah yang Amsal tekankan dalam bagian ini.  Amsal ini diawali dengan kebenaran penting bahwa “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas” (ay.1).  Bahwa harta kekayaan itu memang harus diusahakan oleh semua orang sebab dalam hidup membutuhkan harta kekayaan.  Namun, harta kekayaan bukanlah segala-galanya.  Ada yang jauh lebih berharga yaitu nama baik dan relasi kasih dengan sesama.

Selanjutnya kitab Amsal memaparkan tentang adanya kenyataan dalam hidup yaitu si kaya dan si miskin.  Ay.2 “Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN”.  Amsal ini mengingatkan siapa pun manusia, baik kaya maupun miskin sama-sama diciptakan oleh tangan yang sama yaitu tangan TUHAN.  Kalau begitu, apakah dapat dibenarkan jika dalam perbedaan itu kemudian terjadi ketidakharmonisan?  Apakah dapat dibenarkan bila yang kaya menindas yang miskin atau sebaliknya yang miskin memeras yang kaya?  Ay.9 mempertegas bahwa kekayaan berupa materi tak akan membuat manusia hidup berarti, kecuali ia membagikannya kepada yang miskin dan hidupnya akan diberkati.  Bila yang kaya dan miskin bersama menyadari bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan, maka terbinalah hubungan kasih sejati, yang kuat menolong yang lemah dan hidup bersama dalam takut akan Tuhan.

Melalui Amsal ini Tuhan telah menyatakan dengan jelas bahwa: Pertama, Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN (ay.1).  Siapapun kita, mari menyadari bahwa hidup kita diciptakan oleh tangan yang sama.  Tangan yang penuh kasih!  Kedua, Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin (ay.9).  Dalam perbedaan ‘berkat’ yang Tuhan titipkan, setiap kita diminta untuk berbagi kepada sesama yang lemah.  Itulah kehendak Tuhan di tengah-tengah perbedaan ‘berkat’ yang Dia berikan, umat-Nya mampu hidup bijaksana.

REFLEKSI
Mari merenungkan: dalam perbedaan ‘berkat’ yang Tuhan titipkan, siapakah kita?  Dan siapakah sesama kita?  Bukankah sama-sama ciptaan Tuhan?

TEKADKU
Tuhan tolonglah, di tengah-tengah perbedaan ‘berkat’ yang Engkau berikan mampukan aku untuk hidup bijaksana seperti yang Engkau kehendaki!

TINDAKANKU
Hari ini aku bersama keluargaku mau belajar hidup bijaksana yang kami wujudkan dengan mau berbagi kepada ……. (sesama yang membutuhkan) seperti yang Tuhan kehendaki.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«