suplemenGKI.com

Habakuk 2:1-4

HIDUP TAKUT AKAN ALLAH

Pengantar
Nama Habakuk dalam bahasa Ibrani “chabaq”, dapat diartikan “memeluk”. Dalam bentuk aktif, kata ini juga dapat berarti “seseorang yang memeluk atau bergantung”. Habakuk hidup dan melayani dimasa kepemimpinan raja Yoyakim (609-597 SM). Yoyakim adalah seorang raja yang menyalahgunakan kekuasaannya. Ia melakukan penindasan kepada orang-orang miskin dan lemah. Yeremia merupakan nabi yang menyampaikan kritik dan kecaman atas sikap Yoyakim. Berbeda dengan Yeremia yang menyampaikan suara kenabiannya dilingkungan bait Allah, Habakuk menyampaikan suara kenabiannya ditengah-tengah masyarakat di salah satu wilayah Yehuda.

Bacaan hari ini merupakan tanggapan Allah atas pertanyaan-pertanyaan Habakuk. Habakuk mempertanyakan sikap Allah terhadap kejahatan yang terjadi. Allah adalah Allah yang mengasihi namun juga Allah yang adil. Segala macam kejahatan tentu mengandung konsekuensi.

Pemahaman

Ayat 1-3               Bagaimanakah tanggapan Allah atas pertanyaan Habakuk perihal sikap Allah atas kebobrokan bangsanya?
Ayat 4                   Bagaimanakah sikap hidup orang benar dalam pandangan Allah?

Habakuk menantikan tanggapan Allah atas berbagai pertanyaan yang muncul pada dirinya. Habakuk menyaksikan kemerosotan moral bangsa Yehuda. Ia mempertanyakan sikap Allah atas berbagai ketidakadilan yang terjadi. Sikap Habakuk direspon oleh Allah (ayat 2). Allah memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Habakuk. Allah menyampaikan nubuatan tentang hukuman yang akan menimpa bangsa Yehuda. Hukuman itu tidak akan ditunda, Allah telah menetapkan waktu yang tepat (ayat 3)

Allah memperhatikan kemerosotan moral bangsa Yehuda. Hal itu terjadi karena ketidaktaatan kepada perintah dan ketetapan Allah. Allah tidak tinggal diam, Allah sangat mengasihi umat-NYA namun juga harus menegakkan keadilan. Oleh karena itu Allah telah menetapkan konsekuensi atas tindakan bangsa Yehuda yang tidak taat. Bagi Allah orang-orang yang percaya kepada Allah akan hidup takut akan Allah. Itu berarti segala tindakannya berorientasi pada firman Allah dan tidak bersandar pada kedagingannya.

Apabila umat sungguh-sungguh menaruh kepercayaan kepada Allah, maka sudah seharusnya umat hidup takut kepada Allah dan melakukan kebenaran. Pernyataan Allah kepada Habakuk bahwa orang benar akan hidup oleh percayanya merupakan sebuah penegasan bahwa tidak mungkin umat mengaku percaya kepada Allah namun sikap hidupnya bertentangan dengan kebenaran.

Refleksi
Iman dan perbuatan adalah satu bagian yang tidak terpisahkan. Segala tindakan dan perilaku mencerminkan apa yang diyakini dan diimani. Sehingga adalah tidak mungkin seorang yang sungguh beriman kepada Allah hidupnya bertolak belakang dengan kehendak dan ketetapan dari Allah

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup beriman kepada-MU. Kami serahkan seluruh kepercayaan kami kepada-MU. Mampukan kami hidup seturut dengan kehendak-MU

Tindakanku
Berdoa dan hidup menjalankan nilai-nilai kristiani

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«