suplemenGKI.com

Selasa, 1 Mei 2018

30/04/2018

KASIH SETIA TUHAN

Mazmur 98:1-3

 

Pengantar
Seorang ayah Kristiani yang masih muda menjalankan perannya sebagai orangtua secara serius. Ketika putranya masih bayi, ia melindunginya. Saat putranya itu semakin besar, sang ayah bermain bola dengannya, memberikan dorongan, dan berusaha mengajarkan tentang Allah serta kehidupan kepadanya. Tetapi ketika remaja, anak laki-laki itu membuat jarak dengannya dan dengan cepat meninggalkannya untuk menikmati kebebasan. Apakah kasih sang ayah akan luntur terhadap anak laki-lakinya? Tentu tidak. Sang ayah akan terus mengasihi, mengawasi, dan membimbing anaknya. Demikian pula dengan kasih setia Tuhan. Kasih setia Tuhan tidak akan pudar, meskipun umat-Nya berulang kali menyakiti. Bahkan dengan kasih setia-Nya, Ia juga menyelamatkan umat kesayangan-Nya. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-3         : Apa yang telah dilakukan Tuhan bagi umat-Nya?
  • Ayat 3             : Apa yang terjadi ketika Allah menyatakan kasih setia-Nya terhadap kaum Israel?

Mazmur ini merupakan nyanyian bagi Tuhan, sang Penyelamat Israel. Pemazmur mengajak untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan karena Ia telah melepaskan umat Israel dari penderitaan di Babel. Di ayat 1-3 kita dapat menemukan bagaimana Allah melepaskan umat-Nya dari penderitaan. Allah telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, menyelamatkan umat-Nya, menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Allah mengerjakan keselamatan pada umat-Nya dengan tangan kanan dan lengan-Nya yang Kudus, artinya Ia menyelamatkan umat-Nya dengan kuasa-Nya sendiri (ayat 1). Allah juga menyatakan keadilan-Nya pada semua bangsa agar mereka dapat melihat bahwa Allah kaum Israel adalah Allah yang hidup, yang juga menghendaki bangsa-bangsa lain beroleh keselamatan dari-Nya (ayat 2). Lantas mengapa Allah mau melakukan semua ini pada kaum Israel, padahal mereka telah berulang kali memberontak dan tidak taat kepada-Nya? Kasih setia Allah sangat berbeda dengan kasih manusia. Jika kasih setia manusia terhadap sesamanya dapat luntur ketika dikhianati, lain halnya kasih Allah terhadap umat-Nya. Sekalipun Israel telah berulang kali tidak taat kepada-Nya, Allah tetap mengingat perjanjian-Nya kepada Abraham di masa lampau. Ia telah merancangkan kebaikan bagi keturunan Abraham di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, Allah mengukuhkan perjanjian-Nya di masa lampau dengan selalu mengingat kasih setia-Nya terhadap kaum Israel. Kasih setia Allah begitu nyata melalui penyertaan, pemulihan, dan pemeliharaan-Nya pada umat-Nya. Kasih setia dan keselamatan yang diberikan pada Israel  turut disaksikan oleh bangsa-bangsa lain di segala ujung bumi (ayat 3).

Refleksi
Ambillah saat hening sejenak. Renungkanlah tentang betapa besar kasih setia Tuhan dalam hidup saudara yang diwujudkan dalam penyertaan dan pemeliharaan-Nya. Apa yang akan saudara lakukan sebagai wujud ucapan syukur atas kasih setia Tuhan  ?

Tekadku
Tuhan, mampukan aku untuk terus mensyukuri kasih setia-Mu hingga aku tetap setia beriman kepada-Mu.

Tindakanku
Sebagai wujud ucapan syukur atas kasih setia-Nya, hari ini aku berjanji untuk tetap setia dan terus mendekat kepada-Nya dalam berbagai keadaan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»