suplemenGKI.com

Selasa, 1 Maret 2016

29/02/2016

JUJUR DI HADAPAN ALLAH

Mazmur 32:1-5

 

Pengantar
Berbohong mungkin menjadi salah satu dosa yang paling sering dilakukan oleh manusia. Bahkan anak kecil pun tanpa diajari juga bisa bohong. Mengapa manusia begitu sulit untuk berkata jujur? Tak jarang banyak orang melakukan kehobongan dengan alas an kebaikan bersama. Padahal kebohongan macam apapun tetaplah dosa. Manusia dapat berbuat tidak jujur terhadap sesamanya. Tetapi Allah tidak dapat ditipu. Ia tahu segala bentuk ketidakjujuran atau kebohongan yang kita lakukan.

Pemahaman

  • Ayat 1-2     :  Mengapa Pemazmur mengungkapkan pengalaman kebahagiaannya?
  • Ayat 3-4     :  Apa yang dialami oleh Pemazmur ketika tidak mau jujur di hadapanTuhan ?
  • Ayat5          :  Apa yang dilakukan oleh Pemazmur ketika ia merasakan dampak ketidakjujurannya di hadapan Tuhan ?

Ayat 1-2 merupakan pengalaman kebahagiaan Pemazmur karena Allah telah mengampuninya dari dosa. Kata dosa yang dipakai dalam bagian ini diwakili oleh empat kata, yaitu pelanggaran, dosa, kesalahan, dan penipu. Intinya dosa dalam bagian ini merupakan pelanggaran moral yang dilakukan oleh manusia dihadapan sesamanya dan Tuhan. Oleh sebab itu ketika Pemazmur diampuni seluruh dosanya, ia merasakan sukacita yang mendalam.

Pemazmur mengingat kembali betapa ia mengalami kondisi yang amat menyesakkan dirinya sebelum ia merasa dosanya diampuni. ( ayat 3-4 ). Ketika ia tidak jujur dihadapan Tuhan, maka dosa dan rasa bersalah yang berkepanjangan menekan dan menghantui dirinya. Pemazmur merasakan tekanan jiwa dan fisik yang amat mendalam. Oleh sebab itu, Pemazmur tidak tinggal diam. Dia segera bertindak cepat mengakui kegagalan, kesalahan, dandosanya di hadapan Tuhan( ayat 5 ). Ada suatu kerendahan hati yang terpancar dari dalam diri Pemazmur sehingga ia mau menjadi seorang yang jujur di hadapan Tuhan. Apakah Saudara pernah mengalami seperti pengalaman Pemazmur ini?

 

Refleksi
Pandanglah cermin yang bening. Perhatikanlah setiap detail wajah Saudara! Adakah jerawat, flek hitam atau noda yang ingin segera Saudara tutupi ? Apakah dengan setiap upaya menutupi noda dan hal-hal jelek itu akan menyelesaikan persoalan ? Demikian pula dengan kehidupan kita di hadapan TUHAN. Ingatlah seberapa banyak dosa-dosa yang kita tutupi di hadapan Tuhan? Pernahkah kita member diri untuk mengaku segala dosa kita di hadapan Tuhan ? Ingatlah, seorang yang menutupi kesalahannya sama seperti seorang penipu. Bukan hanya menipu diri sendiri, tetapi juga menipu dan mempermalukan nama Tuhan.

Tekadku
Tuhan, dengan kerendahan hati aku datang kepadaMu dan mengakui segala dosa yang terselubung di hadapanMu. Aku mau menjadi seorang yang jujur di hadapan Tuhan dan sesama.

Tindakan
Aku akan meluangkan waktu untuk membawa seluruh keberadaanku dalam doa kepada Tuhan. Aku mau mengakui dengan jujur dan membereskan segala dosa yang telah kulakukan. Aku mau menjadi seorang yang benar di mata Tuhan. Aku akan mengawali doa pengakuan dosaku dengan menyanyi Kidung Jemaat no 29 bait 1 & 2:

Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku.
Ku bawa dosa-dosaku, di muka TUHAN YESUS.

Di mukaTuhanYesus, tersungkur kar’na dosaku,
Ku buka kerinduanku, di muka TuhanYesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»