suplemenGKI.com

Selasa, 1 Juli 2014

30/06/2014
Kejadian 24:42-49
Gereja: Komunitas yang Peduli pada (Calon) Pasangan
Pengantar
Apa yang kita pedulikan dari diri (calon) pasangan kita selama ini? Masih dengan konteks Eliezer yang mengemban tugas untuk mencarikan istri bagi Ishak, renungan kita hari ini mengajak kita untuk merenungkan pertanyaan tersebut.
Pemahaman
-  Tindakan apa saja yang dilakukan oleh Eliezer dalam mengemban tugas Abraham?
-  Hal-hal apa saja yang diperhatikan Eliezer pada diri Ribka?
Eliezer, mengawali langkahnya dengan memanjatkan doa. Namun doanya itu bukanlah untuk meniadakan usaha. Eliezer berdiri di dekat mata air, tempat biasanya para gadis datang untuk menimba air. Prinsip ora et labora benar-benar diterapkannya. Meski sebelum berangkat Abraham sudah mengucapkan berkat, “TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil…” (Kej. 24:40), akan tetapi hal itu tidak menjadi alasan bagi Eliezer untuk tidak berdoa kembali saat sampai di tempat tujuan.
Hal berikutnya yang dilakukan Eliezer adalah menjalin komunikasi sambil mengenali. Eliezerlah yang membuka percakapan itu. Ia membangun komunikasi sambil berusaha mengenali siapa orang yang diajaknya untuk berkomunikasi tersebut. Kalau kita memperhatikan dengan seksama, maka kita akan melihat bahwa yang diperhatikan Eliezer adalah hal-hal yang prinsip. Eliezer memperhatikan karakter Ribka. Paling sedikit ada dua karakter Ribka yang diperhatikan Eliezer, yaitu keramahan dan kemurahan hati. Pengertian keramahan di sini bukanlah orang yang banyak / pandai bicara atau sejenisnya,  melainkan kesediaan untuk membuka diri. Bagi Ribka, Eliezer adalah orang asing. Namun Ribka tidak segan untuk membuka diri. Bukan hanya ramah, Ribka juga murah hati. Tanpa diminta, Ribka memberikan minum kepada unta-unta rombongan Eliezer. Kemurahan hati membuat seseorang melakukan lebih dari yang diminta.
Selain berdoa dan memperhatikan karakter, Eliezer juga memperhatikan asal usul Ribka. “Anak siapakah engkau?” demikianlah Eliezer bertanya. Tujuan dari pertanyaan ini sesungguhnya Eliezer ingin mengerti apakah Ribka termasuk di dalam kategori “keluarga besar” Abraham, yang menjadi kriteria dari calon istri Ishak. Kriteria ini diajukan Abraham untuk memastikan spiritualitas keturunannya. Monoteistik keluarga besar Abraham masih jauh lebih pasti daripada orang-orang Kanaan yang animis-politeis. Selain itu, bagaimanapun juga mereka yang masuk dalam keluarga besar Abraham pasti masih keturunan Sem. Jadi sebenarnya ada faktor spiritualitas yang menjadi perhatian Abraham dalam memilihkan istri anaknya.
Refleksi
Meski konteks perenungan kita hari ini adalah mencari pasangan hidup, namun hal-hal yang dilakukan Abraham melalui Eliezer dapat kita terapkan juga dalam membangun keluarga. Kita perlu berdoa bagi keluarga kita. Selain itu kita juga perlu memperhatikan pengembangan karakter dan spiritualitas keluarga kita.
Tekad
Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya agar mau meluangkan waktu dan tenaga bagi keluarga saya. Amin.
Tindakan
Salah satu tindakan konkrit yang bisa kita lakukan adalah meluangkan waktu minimal 5 (lima) menit sehari untuk berdoa bagi keluarga.
=====================================================================================
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»