suplemenGKI.com

Selasa, 01 Mei 2012

30/04/2012

Kisah Para Rasul 8:30b-40

 

BUAH KETAATAN

Dinamakan Kisah Para Rasul karena isinya menceritakan pergumulan para rasul ketika melayani jemaat perdana, maupun ketika mereka melakukan penginjilan di luar Yerusalem.  Perikop ini menceritakan kelanjutan dari pelayanan Filipus kepada salah satu pejabat dari Timur.  

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa yang pejabat itu baca ketika bertemu dengan Filipus? (ayat 30b)
  2. Apa yang Filipus tanyakan kepada pejabat itu?  (ayat 30b)
  3. Dan apa jawaban pejabat itu kepada Filipus? (ayat 31)
  4. Apa yang pejabat itu inginkan dari Filipus?  (ayat 36)
  5. Apa yang terjadi pada Filipus setelah membaptiskan pejabat itu?  (ayat 39, 40)
  6. Apakah dalam hidup ini kita sudah mengusahakan ketaatan kepada Tuhan? 

RENUNGAN

Tidak ada hasil bila tidak ada usaha.  Pernyataan ini mengajarkan kepada kita bahwa usaha atau tindakan selalu mengawali hasil yang datangnya kemudian.  Sebaliknya, jika seseorang enggan berusaha, maka jangan harapkan dia akan memperoleh sesuatu.  Kehidupan mengajarkan kebenaran pernyataan ini.  Seseorang yang  rajin belajar, ia akan mendapatkan nilai terbaik.  Pernyataan ini, secara terbatas, juga berlaku dalam kehidupan beriman.  Contohnya seperti yang dialami Filipus. 

Alkitab memang tidak menceritakan perasaan Filipus ketika diutus ke tempat yang belum jelas.  Apakah Filipus mengeluh atau sedikit menawar berita pengutusan tersebut?  Alkitab hanya menjelaskan ketaatan Filipus untuk pergi memberitakan kabar baik, sampai kemudian  ia dipertemukan dengan pejabat dari sida-sida dari Etiopia yang sedang membaca kitab Yesaya.  Sida-sida ini adalah tangan kanan ratu Etiopia.  Ia tentu orang yang terpandang.  Menariknya, ia menjadi penganut agama Yahudi, meski ia buka seorang Yahudi.  Ia mengenal kitab suci dan tradisi Yahudi.  Apa yang dilakukannya, yaitu menuju ke yerusalem adalah bagian untuk memenuhi ritual peribadatan Yahudi.  Meskipun demikian, ia tidak mengerti makna bagian yang ia baca.   Ia membutuhkan pertolongan, dan syukurlah ia bersedia menerima pelayanan Filipus.  Bahkan lebih dari itu, sida-sida dari Etiopia ini   memberi diri untuk dibaptis, sebagai simbol bertobatan dan penerimaannya kepada Kristus.  

Meskipun pertobatan sida-sida itu karena karya Tuhan dalam hatinya, namun inilah yang dimaksud dengan buah ketaatan.  Apa jadinya bila Filipus tidak taat dan tidak mau diutus?  Benar, Tuhan akan pakai orang lain untuk bertemu dengan sida-sida tersebut.  Tapi bagi Filipus,  sebagai pelayan Tuhan ia tidak akan pernah belajar apa arti ketaatan yang mendatangkan perubahan hidup sebagai buahnya.  Syukur, nyatanya Filipus taat dan diperkenan melihat buah ketaatannya, yaitu pertobatan dan baptisan sida-sida Etiopia. 

Ketaatan berarti setia melakukan yang benar, apapun konsekuensinya.  Dan ini bukan sikap yang mudah untuk dilakukan.   Kecenderungan kita adalah menyukai jalan pintas dalam urusan apapun.  Kalau bisa mudah, mengapa harus dipersulit, sehingga membuat kita mudah mengkompromikan kebenaran iman dengan cara-cara yang mendukakan hati Tuhan.  Justru karena kita telah menerima keselamatan di dalam Yesus, maka sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk taat kepada kebenaran iman.  Dan yakinilah, setiap kebenaran yang kita lakukan di dalam ketaatan,  akan berbuahkan kebenaran yang memberkati kita kembali. Jadi, jangan pernah berhenti untuk taat.  Percayalah dan jangan takut untuk taat.

 Buah Ketaatan pasti Memberkati mereka yang dengan Setia Taat

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»