suplemenGKI.com

Minggu, 28 Maret 2010

Lukas 19:28-40

Bacaan kita hari ini mengisahkan masuknya YESUS ke kota Yerusalem.

Ayat 28 -38 : Bagaimanakah cara YESUS memasuki kotaYerusalem?
Mengapa YESUS memasuki Yerusalem dengan mengendarai keledai muda? Dari manakah keledai itu didapatkan? Mengapa para pengikut YESUS mengelu-elukan-Nya?
Ayat 39 : Bagaimanakah respon orang Farisi terhadap sikap orang banyak yang
mengelu-elukan YESUS?
Ayat 40 : Mengapa YESUS setuju dengan sorakan yang mengelu-elukan diri-Nya?

Renungan:

Dengan menunggangi keledai muda yang masih sangat kuat dan segar, YESUS menuruni lereng bukit Zaitun menuju kota. Pada jaman itu keledai adalah tunggangan kehormatan. Biasanya dalam keadaan damai, raja Israel akan menunggangi keledai. Yang menarik adalah YESUS akan menunggangi keledai tapi tidak punya keledai. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi YESUS benar jauh dari kemapanan kehidupan. Para murid masih harus mencari keledai itu dan berharap kemurahan hati orang untuk meminjamkan keledainya
Para pengikut YESUS yang mengiringi menghamparkan pakaian mereka di jalan sebagai tanda penyambutan gembira. Mereka yang telah datang bersama YESUS dari Galilea mulai bergembira dan memuji ALLAH karena segala mujizat yang telah mereka lihat dan mungkin saja mereka berharap akan mengalami mujizat yang lebih banyak di Yerusalem. Mereka menyambut YESUS sebagai DIA yang akan datang yaitu RAJA yang mempunyai kekuasaan Ilahi; bukan raja politis. Oleh karena itu orang-orang Farisi meminta YESUS menghentikan para pengikut-Nya yang sangat bersemangat itu. Akan tetapi YESUS tidak mau menghentikan sebab apa yang mereka katakan tentang diriNya itu benar: Mesias telah datang. Tindakan YESUS masuk Yerusalem dengan cara ini merupakan simbol penghayatan religius. YESUS diiringi puji-pujian para murid yang memuliakan TUHAN. Peristiwa ini ditulis Lukas untuk mengatakan bahwa YESUS adalah Raja Mesias yang dinanti-nantikan. DIA datang membawa damai sejahtera dan kemuliaan bagi TUHAN.
Kedatangan Sang Raja damai selalu dinantikan masyarakat. Di jaman ini pun banyak orang menantikan para pembawa damai yang menyelamatkan dunia dari kehancuran. Di tengah peperangan, kemiskinan, pertarungan kekuasaan, dan pelbagai kejahatan yang semakin merajalela, masyarakat menantikan datangnya para pembawa damai. Apakah kedatangan kita telah membawa damai bagi sekitar kita? Jika kita bangga dan bersyukur karena menjadi pengikut KRISTUS, Sang raja Damai, maka mestinya kita pun bersedia mengikuti jejak KRISTUS dengan menjadi pembawa damai di mana pun kita berada.

Jika Saudara ingin hidup di dunia yang penuh damai, jadilah pembawa damai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*