suplemenGKI.com

Sabtu,7 Maret 2020

06/03/2020

Bacaan :Yohanes 3 : 1 – 17

Tema :  Hidup Baru yang menyelamatkan

PENGANTAR
Nikodemus adalah seorang Yahudi. Ia dikenal sebagai orang kaya, pemimpin agama Yahudi dari golongan Farisi ( 3:1). Ini berarti bahwa Nikodemus adalah anggota Mahkamah Agama Yahudi ( Sanhedrin ).
Dia datang menemui Tuhan Yesus diwaktu malam, karena ia takut ketahuan oleh kelompoknya yang akan berakibat buruk baginya. Dia menemui Tuhan Yesus karena dia merasa bahwa Tuhan Yesus memiliki sesuatu yang tidak ia miliki. Hal ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang rendah hati dan tidak puas dengan pengetahuan yang ada. Ia mau terus belajar dan maju. Untuk itu marilah kita menyimak percakapan Nikodemus dengan Tuhan Yesus.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang menjadi perbincangan penting antara Nikodemus dengan Tuhan Yesus ? ( 1-9 )
  2. Bagaimana Tuhan Yesus meningkatkan pembicaraan-Nya tentang Kasih Allah yang menyelamatkan ? ( ayat 10 – 17 )

Sebagai tokoh agama, Nikodemus sudah terbiasa menggunakan bahasa yang sopan dan hati-hati dalam berbicara. Nikodemus membuka pembicaraan dengan berkata, “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya”. Pernyataan Nikodemus ini, ingin mengatakan bahwa Yesuslah Mesias yang dinanti-nantikan. Namun Tuhan Yesus tahu apa yang ada di benak Nikodemus, sehingga Tuhan Yesus menjelaskan kepada Nikodemus bahwa untuk melihat Kerajaan Allah, manusia perlu mengalami lahir baru. Sudah barang tentu Nikodemus tidak memahami apa yang dikatakan Tuhan Yesus. Ketidakmengertian Nikodemus terungkap melalui perkataannya, “bagaimana mungkin seseorang dilahirkan, kalau ia sudah tua ?”. Sedangkan yang dimaksud Tuhan Yesus dengan kelahiran kembali adalah, suatu kelahiran dari “air dan Roh” dan itu adalah dari Allah. Dalam hal inipun Nikodemus tidak mengerti sehingga ia bertanya kembali, “bagaimana mungkin hal itu terjadi ?”

Supaya Nikodemus mengerti, Tuhan Yesus menggunakan cerita dalam perjanjian lama, tentang umat Israel di padang gurun, yang menghadapi ular-ular tedung. Yang gigitannya mematikan (Bil 21:4-9). Sehingga Musa membuat ular dari tembaga sebagai tanda dan menggantungnya diatas tiang. Dan jika ada orang digigit ular, kemudian melihat kepada ular tembaga, maka ia tetap hidup. Yang hendak dijelaskan oleh Tuhan Yesus adalah bahwa Yesus juga tergantung di kayu salib, maka setiap orang yang menderita karena gigitan si ular tua (iblis), yang seharusnya mati, namun jika memandang kepada Yesus di salib akan diselamatkan.

Yesus Kristus adalah kehidupan dan keselamatan bagi kita. Ia telah datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita, orang berdosa agar memperoleh kehidupan yang kekal. Kita adalah orang yang sudah dilahirkan kembali melalui penebusan Yesus Kristus. Tepat seperti yang dikatakan oleh Paulus, “Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu,sesungguhnya yang baru sudah datang” ( 2 Kor 5 : 17 ).

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Sudahkah anda mengalami kelahiran kembali ?

TEKADKU
Ya Tuhan, terima kasih untuk anugerah keselamatan yang Engkau berikan, kiranya Allah Roh Kudus terus membaharui hidupku.

TINDAKANKU
Saya harus berjuang supaya saya tidak menjalani hidup menurut nafsu dunia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«