suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 6 : 27 – 35

Tema : Mengasihi musuh ! Mungkinkah ?

PENGANTAR
Dalam hidup ini, seringkali kita tidak bisa menghindari benturan dengan orang lain. Ada kalanya kita merasa disakiti, itu wajar karena manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kekeliruan. Namun ketika disakiti berkali-kali dengan sengaja maka menjadikan kita tidak sabar lagi. Hal ini pernah terjadi pada salah seorang pemudi, karena sudah berkali-kali disakiti maka akhirnya ia berkata, “kok enak dimaafin, wong dia sudah menyakiti saya berkali-kali, percuma dimaafin toh dia tidak pernah merasa bersalah”.

Mengasihi orang yang selalu menyakiti kita, merugikan kita, membenci kita, memusuhi kita memang tidaklah gampang. Untuk itu kita akan belajar dari pengajaran Tuhan Yesus melalui renungan hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Siapakah musuh yang dimaksud ? ( ayat 27 – 35 )
  2. Bagaimana kita memperlakukan musuh, menurut ajaran Tuhan Yesus ?
  3. Bagaimana supaya kita mampu mengasihi musuh ?

Kata musuh dalam bacaan kita menunjuk kepada pengertian “orang” (kata benda). Untuk memahami dengan jelas maka dibutuhkan kata kerja untuk mendefinisikan kata musuh. Kata kerja yang mendefinisikan musuh adalah kata membenci, mengutuk, mencaci, menampar, mengambil dan meminta. Sehingga pengertian musuh menurut bacaan kita adalah : 1). Orang yang membencimu (ayat 27). 2). Orang yang mengutukmu (ayat 28). 3). Orang mencacimu ( ayat 28).  4). Orang yang menamparmu  (ayat 29).  5). Orang yang mengambil dan meminta apa yang menjadi milikmu ( ayat 29-30). Pertanyaannya, Apa yang kita rasakan jika kita diperlakukan seperti itu ? ( kita dibenci, dikutuk, dicaci, ditampar, diambil, diminta hak kita ). Maka jawaban kita adalah : SAKIT. Jadi orang yang memusuhi kita adalah orang yang menyakiti kita baik secara verbal maupun non verbal.  Lalu bagaimana kita memperlakukan orang yang memusuhi kita ? Pertama : mengasihi mereka dengan kasih agape, yaitu kasih tanpa syarat. Hal itu kita lakukan karena Tuhan tidak ingin kita menjadi orang yang sama jahatnya dengan yang memusuhi kita. Kedua : berbuat baik kepada mereka. Ketiga : meminta berkat dan berdoa bagi mereka.

Bagaimana supaya kita mampu mengasihi musuh ? ayat 27 dengan jelas dikatakan, “Tetapi kepada kamu yang mendengarkan Aku, Aku berkata; Kasihilah musuhmu”. Kepada siapa Tuhan Yesus berkata demikian ? kepada murid-murid-Nya juga kepada kita, artinya kata-kata Tuhan Yesus adalah perintah yang harus dilakukan murid-murid-Nya dan kita. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan perintah-Nya. Oleh sebab itu dengan pertolongan Roh Kudus pasti kita bisa melakukannya.

REFLEKSI
Marilah mengambil waktu hening sejenak untuk merenungkan : Apakah anda memiliki musuh? Bagaimana perasaan anda ketika disakiti musuh ? bagaimana sikap anda kepada musuhmu ?

TEKADKU
Ya Tuhan, sanggupkanlah saya untuk mengasihi orang yang memusuhi saya dengan kasih yang tulus.

TINDAKANKU
Saya akan menyapa dengan senyuman kepada orang yang memusuhi saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*