suplemenGKI.com

Markus 10:28-31

 

“Upah Mengikut Yesus”

Pengantar:
Adalah wajar jika seseorang mengharapkan upah karena sudah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya. Karena ia tentu telah dengan sungguh-sungguh bahkan mungkin harus berkorban waktu, tenaga bahkan rela memberikan apa yang menjadi miliknya untuk mengerjakan atau melakukan apa yang dipercayakan kepadanya. Mungkin ia tidak menuntut upah dalam bentuk materi atau benda, tetapi sangat wajar jika ia berharap untuk dihargai atas apa yang telah dikerjakannya. Apakah harapan demikian yang diinginkan oleh kita sebagai pengikut Yesus?

Pemahaman:

  1. Apakah maksud pernyataan Petrus yang diungkapkannya pada ayat 28?
  2. Apakah maksud jawaban Yesus kepada Petrus dan kawan-kawan di ayat 29-30?
  3. Apa yang hendak ditekankan Yesus melalui pernyataan di ayat 31!

Jika kita memperhatikan sepintas pernyataan Petrus di ayat 28 tersirat ada rasa sombong atau merasa berjasa sehingga berhak menuntut upah yang sepadan, karena demi mengikut Yesus mereka meninggalkan segala sesuatu. Apalagi menjadi pengikut Yesus mereka juga sering mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. Namun pernyataan Petrus itu bukanlah sebuah tuntutan melainkan menunjukan fakta bahwa mereka memang telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus (band. Markus 1:16-20). Itu sebabnya respon Yesus terhadap pernyataan Petrus juga bukan menjanjikan upah yang bersifat materi atau benda melainkan meneguhkan mereka bahwa pilihan mereka sudah tepat. Dan meninggalkan segala sesuatu adalah bukan kehilangan tetapi mereka telah memilih untuk bergantung sepenuhnya kepada Allah dan dengan bergantung mutlak pada Allahlah mereka bisa mengalami pemeliharaan Allah dalam hidupnya. Yesus menegaskan bahwa setiap orang yang karena Dia dan Injil melepaskan segala sesuatu pasti akan menerima segala sesuatu berlipat ganda (v. 30). Apa yang diterima menurut Yesus bukan sesuatu yang bersifat materi melainkan hidup kekal atau keselamatan. Yesus berkata “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?…” (Mat 16:26a) artinya mengikut Yesus berarti kita sudah memperoleh kehidupan kekal yang jauh lebih berharga dari banyaknya harta duniawi. Itu sebanya kesulitan, penolakan dan penganiayaan karena mengikut Yesus tidak boleh membelokkan kita dari mengikut Kristus (Lih. V. 31).

Refleksi:
Saudara-saudara, kita harus bersyukur karena dalam keberdosaan kita Tuhan Yesus mau memanggil kita menjadi pengikut-Nya, berarti kita telah mendapat upah yaitu keselamatan kekal.

Tekadku:
Tuhan, terimakasih karena Engkau berkenan memanggil kami untuk menjadi pengikut-Mu.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita tetap setia mengikut Yesus sekalipun mungkin kita akan mengalami banyak kesulitan dan tantangan dari dunia ini, bahkan mungkin akan kehilangan harta duniawi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«