suplemenGKI.com

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Lukas 20:27-35

 

PENGANTAR
Imam Saduki dan imam Farisi merupakan golongan imam yang selalu berseberangan dengan Yesus.  Kedua kelompok keagamaan ini sejatinya juga berseberangan satu dengan yang lain.  Terutama dalam hal ajaran dan juga tujuan.  Imam Farisi percaya bahwa Israel harus memurnikan diri dari pengaruh bangsa-bangsa kafir agar Sang Mesias datang, sedangkan imam Saduki percaya bahwa Israel harus memelihara stabilitas politik dengan bangsa-bangsa di sekeliling dan menciptakan kesejahteraan di dalam Israel seperti di dalam bangsa-bangsa lain yang hidup dengan lebih baik.  Perbedaan lainnya Imam Saduki tidak pernah percaya pada kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.  Berbeda dengan Farisi yang mempercayai adanya kebangkitan dan kehidupan sesudah kematian.  Golongan imam Saduki mempercayai hal-hal yang lebih rasional ketimbang golongan Farisi yang percaya pada hal-hal mistis.  Namun yang menarik adalah kedua kelompok keagamaan ini sama-sama membenci Yesus dan sama sama berupaya menyingkirkanNYA.  Dalam teks bacaan, salah satu kelompok keagamaan ini, yakni imam-imam Saduki berupaya bersoal jawab dengan Yesus. Salah satu tema yang dibahas adalah tentang kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Pertanyaan apakah yang diajukan imam Saduki kepada Yesus? (Ayat 27-33)
  • Bagaimanakah tanggapan Tuhan Yesus? (Ayat 34-35)
  • Bacalah secara perlahan teks hari ini.  Kebenaran apa yang saudara dapatkan?

Imam-imam Saduki mengajukan sebuah pertanyaan kepada Yesus.  Mereka mengangkat sebuah peraturan dari hukum Musa yang memerintahkan apabila seorang laki-laki mati dan tidak memiliki anak.  Maka saudaranya wajib menggantikannya untuk menikah dengan istri saudaranya itu agar dia memiliki keturunan.  Namun bagaimana apabila semua laki-laki dari saudara bersaudara semuanya mati dan tidak meninggalkan keturunan, bahkan hingga perempuan itu juga mati.  Siapakah yang akan menjadi pendamping perempuan itu dihari kebangkitan? (ayat 27-33)

Pertanyaan ini tentu merupakan soal jebakan bagi Yesus.  Imam-imam Saduki sebenarnya bertujuan menentang Yesus, khususnya ajaran tentang kehidupan setelah kematian, juga tentang peristiwa kebangkitan.  Namun Yesus mengetahui tujuan mereka.  Yesus memberikan jawaban yang tegas dan jelas.  Bahwa tidak ada lagi urusan duniawi didalam kehidupan kekal.

Dasar iman kita sebagai orang percaya yang sangat fundamental adalah keyakinan atau kepercayaan terhadap peristiwa kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.  Kristus telah mati dan dibangkitkan.  Seluruh inti iman Kristen terletak dalam pengakuan tersebut.   Kristus yang mati dan telah dibangkitkan, juga naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita yang beriman kepada-NYA.  Seluruh pengakuan ini dibangun bukan dengan isapan jempol belaka atau omong kosong.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Saat ini ada banyak kelompok-kelompok di masyarakat yang tidak mempercayai peristiwa kebangkitan.  Bahkan tidak sedikit juga yang mulai mempertanyakan adanya kehidupan setelah kematian.  Melalui bacaan umat diajak untuk tetap teguh berdiri diatas pengakuan iman kepada Kristus yang bangkit dan yang menyediakan tempat bagi setiap orang yang beriman dan setia kepada-NYA.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu.  Mampukan saya tetap teguh meyakini iman percaya kepada Kristus.  Teguhkan iman saya agar dalam situasi dan kondisi apapun saya tetap setia sampai Kristus datang agar saya dapat mendapat bagian dalam kerajaan yang kekal dan abadi.

TINDAKANKU
Aku mau tekun dalam ibadah dan juga persekutuan. Terus membaca dan menggali firman Allah. Menyatakan kesaksian kepada orang-orang yang belum menerima Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«