suplemenGKI.com

2 Tesalonika 17:13-17

 

Pengharapan Menyongsong Akhir Zaman

 

Pengantar:
            Ada sebuah pernyataan “Tidak banyak orang Kristen yang menyikapi sebagai umat pilihan Allah dengan bersyukur” Pernyataan ini diperkuat ketika membaca pernyataan di 2Tesalonika 2:13. Sangat ironis sekali bila yang mengucap syukur atas pilihan Allah itu adalah orang lain. Inilah yang terjadi di jemaat Tesalonika, karena justru Paulus yang mengajak mereka bersyukur atas pilihan Allah bagi jemaat tersebut. Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa masih banyak orang yang mengaku diri Kristen tetapi tidak menyadari dirinya adalah orang Kristen. Hal itu terbukti bahwa masih banyak orang beragama Kristen tetapi tidak bertuhankan Tuhannya orang Kristen yaitu Yesus Kristus. Orang yang beragama Kristen tetapi tidak bertuhankan Tuhannya orang Kristen adalah misalnya orang Kristen hanya di gereja tetapi di luar gereja bukan orang Kristen. Lalu bagaimanakah orang Kristen yang bersyukur atas pemilihan Allah bagi dirinya? 

Pemahaman:

  1. Apa maksud Paulus dengan pernyataannya “Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu…” (lih. v. 13)
  2. Apa tanda seorang pilihan Allah yg mengucap syukur atas pilihan Allah baginya? (v. 15)

Fokus utama bagi orang percaya adalah menyadari bahwa dirinya adalah pilihan Allah untuk diselamatkan, dan hidup dalam kebenaran. Kata memilih “Airen” (Yun) Intinya bahwa orang-2 yang dipilih Allah itu istimewa, bukan karena dia tidak bercacat cela, tetapi keistimewaannya karena Allah berkenan memilih. Pernyataan itu sebanding dengan pernyataan dalam Ulangan 7:6 “Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu…menjadi umat kesayangan-Nya” juga maknanya bukan karena keistimewaan Israel, Israel bangsa yang bebal, kita juga jemaat yang bebal, tetapi mengapa kita dipilih? Israel dipilih? itu semata –mata karena anugerah-Nya.

Ketika kita menyadari kita dipilih karena anugerah-Nya maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Wujud syukur yang ditekankan Paulus dalam bagian ini adalah “berdirilah teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yang kita terima dari pemberitaan firman Tuhan” Dengan demikian kita berpegang pada pengharapan di dalam Tuhan yang telah memilih kita. Berpegang pada pengharapan Tuhan berarti terus-menerus bertuhankan pada Tuhan yang benar di manapun kita berada.

Refleksi:
Renungkan, sudahkah kita mengucap syukur kepada Tuhan yang memilih kita baik di gereja juga di luar gereja? Kalau belum lakukanlah itu sekarang!

Tekad:
Tuhan, aku mau bersyukur pada-Mu yang telah memilih aku karena anugerah, di manapun aku berada, berkarya aku ingin berpegang teguh pada ajaran firman-Mu. 

Tindakan:
Baik di rumah, di kantor, di pasar ataupun di sekolah aku mau senantiasa memancarkan syukur lewat sikap, perkataan, perbuatanku, karena dengan demikian aku berpegang teguh pada pengharapanku yaitu Yesus Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*