suplemenGKI.com

Sabtu, 9 Mei 2020

08/05/2020

MENYATUNYA HARAPAN DAN IMAN

Mazmur 31 : 2 – 6, 16 – 17

   

 

Pengantar
Setiap orang atau sebuah komunitas pasti memiliki harapan. Lalu apa yang menjadi harapan dalam hidup kita, atau dalam komunitas di mana kita berada? Dan apakah harapan itu berpusat (terarah) kepada Sang Sumber harapan, atau hanya tertuju pada hal terpenuhinya pengharapan itu. Artinya kita lebih berharap pada sesuatu yang dapat kita miliki atau alami, atau kita lebih berharap kepada pribadi Sang Sumber harapan. Ini sama halnya, jika kita diperhadapkan dengan pilihan: lebih senang berkat TUHAN atau lebih senang dekat TUHAN. Marilah kita membaca Mazmur 31 : 2 – 6, 16 – 17  untuk dapat melihat apa yang menjadi harapan pemazmur tapi sekaligus imannya akan kehadiran TUHAN yang setia membimbing dan menuntunnya.

Pemahaman

Ayat  2 – 6           :  Apa yang menjadi harapan dan iman pemazmur akan TUHAN?

Ayat  16 – 17       :  Situasi apa yang sedang dialami oleh pemazmur?

Harapan pemazmur adalah bahwa TUHAN menjadi Pelindung atau tempat perlindungan yang kuat bagi dirinya. Pemazmur memohon agar TUHAN menjadi gunung/bukit batu tempat perlindungan baginya, kubu pertahanan untuk menyelamatkannya! Ia beriman kepada TUHAN yang setia, yang dapat menuntun dan membimbingnya, juga mengeluarkannya dari jaring yang dipasang oleh musuhnya untuk membebaskannya.

Harapan memang harus disertai dengan iman yang sungguh dan teguh. Dan melalui pernyataan yang ditulis pemazmur kita tahu bahwa beriman akan perlindungan TUHAN itu tidak saja dipahami sebagai sikap berdiam secara pasif, tapi juga dalam kesediaan untuk berjalan dituntun dan dibimbing-NYA, walau di tengah bahaya.

Pemazmur memang sedang berada dalam kehidupan yang berbahaya, namun ia tetap setia hidup dalam tuntunan dan bimbingan TUHAN, karena ia yakin akan kasih setia TUHAN, sekaligus terus berharap akan pertolongan TUHAN, sebagaimana dikatakan dalam ayat 17:  “Buatlah wajah-MU bercahaya atas hamba-MU, selamatkanlah aku oleh kasih setia-MU!”

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah menaruh harapan penuh kepada TUHAN sebagai sumber perlindungan?
  • Apakah kita hidup dalam iman yang sungguh dan teguh kepada TUHAN?

Tekad
TUHAN, jadikan aku pribadi yang memiliki pengharapan penuh dan iman yang sungguh dan teguh kepada-MU.

Tindakanku
Aku akan menempuh perjalanan hidup ini dengan menaruh harapan kepada TUHAN, tidak saja secara pasif tetapi dalam segala aktivitas yang dituntun dan dibimbing-NYA.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«