suplemenGKI.com

Sabtu, 9 Maret 2019

09/03/2019

KEPASTIAN KESELAMATAN

Roma 10:9-13

 

Pengantar
Perbedaan antara jaminan dan kepastian keselamatan adalah: Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, terlepas dari apakah kita memahaminya atau tidak, jaminan kekal bagi mereka yang berada di dalam Kristus sudah merupakan suatu realita/kenyataan. Sedangkan kepastian adalah realisasi dari jaminan tersebut. Ini merupakan wujud dari apa yang telah kita terima di dalam Kristus, seperti kehidupan kekal, pengampunan dosa, pemeliharaan Allah bagi umat-Nya. Kepastian ini terkait erat dengan pemahaman kita terhadap fakta-fakta dan perlindungan yang kita terima melalui iman. Kepastian kesemalatan apakah yang sampaikan Paulus dalam bacaan hari ini? 

Pemahaman

  • Ayat 9-10               : Bagaimanakah iman yang benar menurut Paulus?
  • Ayat 11-13            : Apakah saja kepastian keselamatan berdasarkan iman yang kita miliki di dalam Kristus?

Ay. 9-10 mengajarkan beberapa kebenaran penting tentang iman. Pertama, iman harus bersumber dari hati. Ayat ini menyinggung tentang mulut dan hati, namun dengan urutan yang berbeda. Urutan “mulut-hati” di ayat 9 disebabkan kutipan di Ulangan. Untuk menghindari kesalahpahaman, Paulus sengaja di ayat 10 membalik urutannya, untuk mengajarkan bahwa pengakuan verbal harus bermula dari hati. Pengakuan di mulut harus dimulai dari keyakinan di dalam hati. Kedua, walaupun iman menyangkut masalah hati, tetapi iman bukanlah semata-mata masalah emosi. Ada kebenaran koqnitif yang objektif di dalamnya. Iman berkaitan dengan sebuah peristiwa historis yang sangat penting, yaitu kebangkitan Kristus (Ay. 9). Ketiga, iman bukanlah sekedar luapan emosi atau persetujuan intelektual, namun persandaran seluruh hidup kepada Kristus.

Jaminan keselamatan didasarkan pada janji Allah (Ay. 11). Alkitab berkali-kali mengajarkan bahwa Allah tidak pernah mempermalukan orang yang percaya kepada-Nya. Frase “tidak dipermalukan” biasanya muncul pada saat orang percaya menghadapi pergumulan yang berat karena iman mereka. Kepastian keselamatan juga didasarkan pada kebesaran dan kekayaan kemurahan Allah (Ay. 12). Keselamatan kita juga pasti karena Allah selalu menolong setiap orang yang berseru kepada-Nya (Ay. 13). Perjalanan kerohanian kita tidak selamanya mulus. Kegagalan dan kebingungan seringkali mengiringi langkah kita. Tidak jarang kita mengalami keputusasaan. Tetapi sebaliknya, bagi kita yang berseru kepada Tuhan, Ia akan selalu memberi pertolongan dan kekuatan. Inilah kabar baik.

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah kita memiliki iman yang benar di hadapan Tuhan? Sudah yakinkah kita dengan kepastian keselamatan yang telah Allah berikan kepada kita? apa wujud dari keyakinan itu?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh akan janji dan kepastian keselamatan yang telah Engkau berikan kepada saya. Supaya ketika menghadapi pergumulan iman kami kepada-Mu tidak goyah, tetapi semakin teguh dan kokoh.

Tindakanku
Untuk memperkuatkan dan meneguhkan keyakinan saya kepada Tuhan saya akan menyanyi Kidung Jemaat 344 Ingat Akan Nama Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«