suplemenGKI.com

Sabtu, 9 Maret 2013

08/03/2013

Lukas 15:11-24

 

Besarnya Pengampunan Tuhan Terhadap Umat-Nya

Pengantar:
Banyak orang non Kristen tidak tahu lagu pujian “Sangat besar anugerah-Nya” (Amazing Grace) itu wajar karena mereka memang bukan orang Kristen. Namun sayang sekali banyak orang Kristen tahu lagu sangat besar anugerah-Nya, tetapi tidak menikmati anugerah-Nya, bahkan sering meninggalkan anugerah-Nya kemudian mencari kesenangan di luar anugerah Tuhan. Perumpamaan Tuhan Yesus tentang anak yang hilang mengingatkan kita pada pertanyaan, “Apakah kita adalah orang Kristen yang tahu lagu Amazing Grace, dan hidup dalam anugerah-Nya atau tahu lagu sangat besar anugerah-Nya tetapi kita hidup di luar anugerah-Nya?”

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak Yesus gambarkan dan tekankan dalam perumpamaan tentang anak yang hilang?
  2. Apa makna di balik dampak bagi orang yang rela meninggalkan Tuhan demi kesenangan dunia?
  3. Apa pesan utama dalam perumpamaaan tersebut bagi kita yang sering meninggalkan Tuhan?

Perumpamaan tentang anak yang hilang ini adalah suatu perumpamaan yang sering dipakai untuk menggambarkan kesetiaan Allah (yang sering digambarkan sebagai Bapa) yang tidak pernah berubah, sekalipun umatNya (digambarkan sebagai anak) sering menyakiti hati-Nya dan meninggalkan-Nya untuk pergi menikmati kesenangan duniawi (digambarkan sebagai negeri yang jauh) Secara kenyataan, di dalam berbagai kesempatan, Tuhan memang menyatakan di dalam Alkitab bahwa umat-umat-Nya memang memiliki status dan kuasa sebagai anak-anak-Nya, bukan hanya perumpamaan saja (Lih. yoh 1:12)

Tuhan Yesus juga hendak menekankan bahwa seindah-indahnya kenikmatan duniawi yang dapat dipandang mata, suatu saat itu akan berbalik menjadi jerat yang akan membuat seseorang meninggalkan Tuhan, apabila kenikmatan itu dikejar melebihi apapun, bahkan kenikmatan yang kelihatannya tidak berdosa sekalipun. Yesus juga ingin menekankan agar orang percaya selalu bersekutu dan berhubungan dengan Tuhan, memiliki relasi yang kuat denga Tuhannya, tidak perlu mencoba mengais-ngais “kesenangan duniawi, karena Tuhan telah menyediakan suatu kesenangan yang sejati yang berlimpah.

Sebagai puncak pesan yang ingin disampaikan Tuhan Yesus, bahwa Bapa adalah Tuhan yang Maha murah, maha mengampuni dan maha kasih berkenan mengampuni dan menerima kita yang berani bertobat, mengakui, menyadari kesalahan dan kembali ke pangkuan-Nya yang hangat dan penuh kasih serta mau berjanji untuk hidup memperkenankan hati-Nya.

Refleksi:
Berefleksilah sejenak, bertanya dalam hati yang terdalam “Apakah aku mengerti arti Anugerah, dan apakah aku selalu ingin hidup dalam anugerah-Nya? ataukah aku adalah orang yang telah keluar dari rumah anugerah-Nya kemudian mencoba mengais-ngais kesenangan duniawi yang siap menjeratku?” Masih belum terlambat untuk kembali kepada Tuhan dan hidup dalam anugerah-Nya.

Tekad:
Tuhan aku tidak mau keluar menjauh dari anugerah-Mu, aku ingin menikmati terus keindahan, kenyamanan rumah anugerah-Mu, bersekutu erat dengan Engkau sang Bapa yang penuh kasih.

 

Tindakan:

  1. Mulai hari ini aku tidak akan ragu tinggal dalam rumah anugerah Tuhan dan menikamti kasih-Nya yang melimpah.
  2. Mulai hari ini aku ingin mensyukuri hidup dalam anugerah Tuhan.
  3. Mulai hari ini aku akan membagikan keindahan hidup dalam anugerah Tuhan kepada orang terdekatku.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*