suplemenGKI.com

Sabtu, 9 Juni 2018

08/06/2018

Salah Paham

Markus 3:20-30

 

Pengantar
Pernahkah Saudara dipahami salah oleh orang lain? Apakah yang Saudara rasakan pada saat itu? Yesus juga harus menghadapi orang-orang yang salah memahami Dia.  Mengapa bisa terjadi demikian? Bagaimana Yesus menanggapi hal itu? Marilah kita merenungkannya! 

Pemahaman

  • Ayat 20-22           : Bagaimanakah pandangan orang terhadap karya Yesus?
  • Ayat 22                 : Mengapa ahli-ahli Taurat  mengatakan Yesus kerasukan Beelzebul?
  • Ayat 23- 30          : Bagaimana tanggapan Yesus terhadap pernyataan ahli-ahli Taurat?

Keluarga Yesus belum dapat menerima dan percaya pada-Nya — mereka baru percaya pada Yesus setelah peristiwa kebangkitan. Dalam bacaan ini mereka cemas melihat Yesus. Cemas bukan karena khotbah dan ajaran-Nya, tetapi karena Yesus tidak sempat lagi memperhatikan kebutuhan fisik-Nya, yaitu makan. Bagi keluarga, keadaan seperti ini menunjukkan bahwa Yesus sudah tidak waras. Keluarga-Nya salah mengerti tindakan Yesus karena mereka belum mengenal Yesus. Bagaimana dengan pemimpin agama Yahudi? Sama saja. Bahkan lebih parah. Para ahli Taurat yang datang dari Yerusalem melihat Yesus mengusir setan, lalu menyimpulkan bahwa Yesus kerasukan. Bagaimana respon Yesus? Yesus memberi peringatan keras dengan mengatakan bahwa tidak mungkin setan mengusir setan. Kerajaan setan tidak mungkin berlawanan dengan dirinya sendiri. Kenyataannya, yang kuat mengusir yang lemah. Jadi jika Yesus mengusir setan, itu karena Yesus jauh lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada roh-roh jahat dan setan. Roh Tuhan yang penuh kuasa mampu menundukkan setan.

Melalui perbincangan Yesus dengan ahli Taurat ini, Markus mengarahkan kita pada satu peringatan tentang dosa yang tidak dapat diampuni yaitu dosa menghujat Roh Kudus. Saat itu para ahli Taurat sebenarnya tahu bahwa hanya Roh Tuhan yang penuh kuasa namun mereka tidak mau mengakuinya dan bahkan merendahkan Tuhan dengan menilainya sebagai kuasa setan. Tentu ini penghujatan terhadap Roh Tuhan. Mereka tahu tapi menolak. Mereka mengeraskan hati sehingga menghujat Roh Kudus. Gengsi, keegoisan dan pementingan diri sendiri seringkali membuat manusia mengeraskan hati. Pelajaran penting yang kita dapatkan dari kisah ini adalah “Janganlah keraskan hati terhadap suara Roh yang membimbing kita untuk taat pada Yesus”

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah apakah Saudara pernah salah memahami Tuhan? Pernahkah Saudara menolak karya Roh Kudus dalam hidup Saudara karena lebih menuruti pikiran sendiri? Bertelutlah di hadapan TUHAN dan  mohon pengampunan kepada-Nya. 

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk memahami Engkau dan karya-Mu dengan baik. 

Tindakanku
Aku akan terus belajar menghargai TUHAN lebih dari apa pun. Aku mau membuka hati untuk setiap pengajaran baru yang Tuhan nyatakan melalui Firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«