suplemenGKI.com

SABTU, 9 JUNI 2012

08/06/2012

Markus 3:1-6

Bukan Sembarang Legalitas”

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 2: Perhatikan situasi yang dipaparkan oleh Markus, apa yang menjadi tujuan orang-orang Farisi mengikuti dan mengamati Yesus?
  2. Menurut Anda, apa yang salah dalam diri orang-orang Farisi dalam peristiwa ini?
  3. Yesus sudah tahu bahwa Ia diamati dan sedang dicari kesalahanNya, namun Ia tetap saja melakukan tindakan penyembuhan bagi orang yang mati sebelah tangannya itu.  Apa sebenarnya yang sedang ingin Yesus tunjukkan, peringatkan dan ajarkan kepada orang-orang Farisi tersebut?

 

RENUNGAN

Perikop ini dibuka dengan keterangan yang sangat jelas dari penulis Injil bahwa sejak awal memang orang-orang Farisi ini punya tendensi jahat terhadap Yesus. Mereka bukannya mengikuti dan mengamati Yesus untuk belajar dan menjadi percaya, melainkan terus-menerus mengeraskan hati dan hanya mau mencari kesalahan Yesus.  Dengan kata lain, mereka selalu merasa diri lebih benar, bahkan paling benar daripada Yesus itu sendiri.

Mereka mempersoalan tindakan penyembuhan yang Yesus lakukan hanya karena hari itu adalah hari Sabat.  Orang-orang Farisi telah mempersempit makna Sabat dengan 39 larangan kasuistik yang akhirnya menjadi jerat dan halangan bagi orang-orang yang mau berbuat baik di hari Sabat.  Lucunya, demi keselamatan hewan piaraan, mereka diperbolehkan melanggar larangan Sabat yang mereka buat sendiri, namun demi keselamatan manusia, mereka mempersoalkan tindakan Yesus. Aneh bukan?! Mereka seakan menyuarakan bahwa hewan lebih berharga daripada manusia.

Apa yang Yesus lakukan di hadapan mereka, untuk kesekian kalinya mengandung pengajaran yang sangat jelas bahwa Sabat dibuat untuk manusia tetap mempermuliakan Allah. Aturan yang ada tidak boleh dimaknai salah sehingga membuat mereka akhirnya gagal menunjukkan kasih kepada sesamanya.

Melalui peristiwa ini Yesus menegaskan kebenaran bahwa kasih kepada Allah akan selalu dapat terbaca oleh sesama kita. Perlu dipertanyakan dan dikoreksi kembali jika ungkapan kasih kita kepada Allah ternyata membuat kita sama sekali kehilangan sisi manusiawi Kristen kita.  Allah tidak pernah mengajarkan bahwa menaati peraturan akan membuat kita menjadi manusia yang kejam dan tidak manusiawi.  Sebab Yesus sendiri, ketika menghadapi pelanggaran terbesar dan terfatal yang dilakukan manusia, Ia tetap menegakkan kebenaran tanpa kehilangan kasih.  Salib menjadi harmoni yang indah antara kasih dan keadilan Allah.

Kini tugas kita untuk menuntun orang dalam kebenaran, namun tidak menjadi legalis yang kejam, namun berhikmat untuk tetap dapat menggemakan kasih Allah kepada mereka.

 

Kristus telah menjadi teladan bagi kita untuk teguh berpegang pada kebenaran, adil, namun tetap penuh kasih

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«