suplemenGKI.com

Hati Yang Terbuka

Kis 9:26-31

 

Pengantar
                Pernahkah anda mendoakan orang-orang yang membenci saudara atau memusuhi anda? Apa harapan anda waktu mendoakan mereka? Apakah anda berharap ia/mereka  tidak memusuhi / membenci anda lagi? Ataukah anda berdoa untuk pertobatan ia atau mereka? Apakah anda benar-benar mau menerima ia atau mereka kalau bertobat? Tentunya hal ini bukan sekedar jawaban ya atau tidak, namun pertimbangan hati yang terbuka itu yang menjadi dasar untuk kita bisa menerima ia atau mereka.

Pemahaman
Ay 26, Apa yang terjadi dengan Saulus dan bagaimana reaksi murid-murid yang lain??
Ay 27, Apa yang dilakukan oleh Barnabas?
Ay 28-29, Apa yang dilakukan Saulus di Yerusalem, dan bagaimana reaksi orang-orang Yahudinya?
Ay 30-31, Apa yang dilakukan oleh jemaat Tuhan untuk melindungi Saulus?

Peristiwa pertobatan Saulus dalam perjalanan ke Damsyik, rupanya menggoyahkan banyak pihak, baik orang-orang Yahudi yang membenci kekristenan maupun juga pengikut Yesus waktu itu.       Setibanya di Yerusalem Saulus langsung bergabung dengan murid-murid yang lain, namun sebagian mereka tidak percaya kalau Saulus itu sudah bertobat, sehingga mereka bersikap menolak Saulus. Barnabas yang mengetahui hal ini segera membawa Saulus yang bertobat ke rasul-rasul dan menceritakan bagaiman Saulus dijamah oleh Tuhan dan Tuhan secara pribadi menyapa Saulus. Bukan hanya pertobatan Saulus, Barnabas juga menceritakan keberanian Saulus mengajarkan nama Tuhan Yesus di Damsyik

Keberanian Saulus mengajarkan tentang Yesus juga ia lakukan di Yerusalem, bahkan ia berani berdiskusi dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Rupa-rupanya kepandaian Saulus dalam diskusi membuat orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani tidak menyukainya bahkan berencana mau membunuh Saulus.

Kebencian orang-orang Yahudi tersebut diketahui oleh jemaat Yerusalem dan mereka membawa Saulus ke luar Yerusalem menuju Kaisarea dan dari sana Saulus di bawa ke Tarsus. Tentunya hal ini dilakukan supaya kondisi jemaat di Yerusalem menjadi lebih tenang, dan jemaat Yerusalem semakin bertumbuh dan semakin bertambah jumlah orang yang percaya.

Refleksi
                Renungkanlah: Seberapa seringnya anda berdoa untuk pertobatan orang lain? Seberapa siapkah saudara membuka hati bagi mereka yang mau bertobat? Jikalau anda sudah mengenal nama Yesus, seberapa beraninya anda menceritakan atau mengajarkan tentang nama Yesus?

Tekadku
Ya Tuhan, kami jarang sekali berdoa untuk pertobatan orang-orang lain, kalaupun berdoa kami tidak siap menerima mereka yang bertobat. Ampunilah kami, bukalah hati kami, Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya bersedia membuka hati bagi mereka yang membenci kekristenan dengan cara mendoakan pertobatan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«