suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 9 : 28-36

 

YESUS DIMULIAKAN DI ATAS GUNUNG

 

Mulia artinya adalah :
Tinggi untuk menerangkan tentang kedudukan, pangkat, martabat

Luhur untuk budi pekerti
Bermutu tinggi; berharga untuk logam mulia seperti emas, perak, dsb

                Siapa yang belum pernah mengetahui tentang logam mulia atau emas? Hampir semua orang yang sudah menikah/pernah menikah di jari manisnya akan tersemat sebuah cincin yang terbuat dari logam mulia tersebut. Sayangnya emas yang membalut jari manis tersebut kadarnya tidak ada yang mencapi 100%. Sementara yang akan kita bahas di sini adalah sebuah pemuliaan Kristus yang dimaksudkan untuk ”icip-icip” dari kemuliaan-Nya yang luar biasa.

                Lukas tidak menggunakan istilah berubah rupa (”transfigured”) yang dipakai di dalam Injil Matius dan Markus, mungkin karena istilah ini sudah sering digunakan dalam kepercayaan bangsa-bangsa kafir. Sebaliknya penulis memanfaatkan ungkapan yang sesuai, yakni to eidos tou prosopou heteron—rupa wajah-Nya lain daripada rupa yang sebelumnya: wajahnya sangat bercahaya jauh melebihi Musa ketika turun dari gunung. Begitu kuatnya kemuliaan itu sehingga pakaian-Nya pun nampak putih berkilau-kilauan (exastrapton—terang seperti kilat, kata ini hanya digunakan di bagian ini). Bahkan mungkin lebih jika dinyatakan bahwa pada momen itu Dia seperti berbajukan cahaya!

                Nah, yang sangat menarik dari fenomena di atas adalah bahwa Kristus mendapat kehormatan yang demikian dahsyat justru ketika Ia sedang berdoa : ”Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah” (ayat 28-29). Saat Kristus merendahkan diri untuk berdoa, Ia pun dimuliakan. Doa ternyata bukan hanya sarana untuk menyampaikan semua permohonan & ucapan syukur kepada-Nya, melainkan juga untuk merubah hati kita. Ketika kita berdoa, maka hati kita terangkat serta dilapangkan, sehingga dengan demikian kita seperti tengah melihat kemuliaan-Nya

                 Tujuan Allah menyatakan kemuliaan-Nya adalah untuk memberi dukungan khusus kepada semua orang yang terlibat dan berkarya di dalam rencana-Nya. Petrus, Yakobus, Yohanes baru saja mendengar misi mesianik Sang Guru yang akan membawa mereka ke dalam penderitaan. Setelah penderitaan barulah Tuhan Yesus sebagai Sang Mesias akan dimuliakan. Karenanya, mencicipi kemuliaan Sang Guru adalah pengalaman rohani yang penting untuk mempersiapkan para murid sebelum mereka juga mengambil bagian dalam penderitaan.

                Untuk umat-Nya yang hidup saat ini, nampaknya tujuan Allah menunjukkan kemuliaan-Nya tidak jauh berbeda.  Allah juga menunjukkan kemuliaan kepada para hamba-Nya agar mereka setia mengerjakan pekerjaan-Nya di muka bumi. Setiap orang yang mendapat kesempatan menyaksikan kemuliaan-Nya, dalam bentuk apapun, seharusnya juga meresponnya dengan menunjukkan kesungguhan hati dan kesetiaan berkarya bagi-Nya.

Refleksi
Kemuliaan Kristus tidak hanya dinyatakan pada satu peristiwa, tetapi pada semua kehidupan Kristus.

Tekadku
Saya tidak ingin hanya terkagum-kagum terhadap peristiwa Kristus dimuliakan, tapi saya harus menyatakan kemuliaan Kristus dalam kehidupan saya.

Tindakanku
Hari ini saya akan belajar setia kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«