suplemenGKI.com

ROMA 10:1-8

“HANYA KARENA IMAN, BUKAN HEBATKU”

PENGANTAR

Dalam ayat-ayat sebelumnya Paulus mengecam orang-orang Yahudi. Paulus menyatakan bahwa mereka telah gagal mencapai kebenaran (9:30-31).  Tentu saja, ini termasuk sebuah kecaman yang sangat keras.  Namun, Paulus mengatakan hal itu bukan dengan kebencian.  Justru sebaliknya, Paulus mengungkapkan kenyataan tersebut dengan penuh keprihatinan.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 1-3: Dengan cara apakah orang-orang Yahudi berusaha mendekati Allah?  Apa yang salah pada cara mereka ini?
  2. Ayat 4-5:Apa yang diungkapkan Paulus mengenai hubungan Kristus dengan hukum Taurat?  Mengapa Paulus menegaskan hal ini kepada orang-orang Yahudi?  Apa hubungannya dengan orang-orang Kristen di masa kini? (ay.4b)
  3. Ayat 6-8:Apa perbedaan antara kebenaran karena hukum Taurat dan kebenaran karena iman?  Berdasarkan penjelasan ini, buatlah definisi dengan kalimat Anda sendiri, apa yang dimaksudkan dengan “kebenaran karena iman”?

Orang-orang Yahudi berusaha mendekati Allah dengan perbuatan mereka.  Mereka memang giat untuk Allah.  Namun, sayang sekali mereka tidak melakukannya dengan pengertian yang benar.  Mereka tidak mengerti bahwa Kristus telah menggenapi hukum Taurat.  Itulah sebabnya mereka berusaha mentaati hukum Taurat dengan perbuatan dan kemampuan mereka sendiri.  Padahal, sejak Kristus menjadi penggenapan hukum Taurat, kebenaran hanya bisa diperoleh dengan iman.  Dengan demikian, kebenaran tidak lagi menjadi monopoli orang-orang Yahudi yang memiliki hukum Taurat, melainkan milik semua orang yang percaya kepada Kristus. Mereka tidak memahami ini dan terjebak dalam keegoisan sendiri.

Tunduk kepada kebenaran Allah memang bukan sesuatu yang mudah.  Untuk tunduk kepada kebenaran Allah diperlukan kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan diri sendiri.  Juga diperlukan ketulusan melihat bahwa Allah bekerja dengan cara yang berbeda dengan cara yang kita anggap terbaik menurut pandangan kita.  Dengan kata lain, belajar dari orang-orang Yahudi ini, kita tahu bahwa keegoisan adalah hambatan besar untuk mengerti dan takluk kepada kebenaran Allah.

REFLEKSI

Dalam hidup Anda sendiri, hal apa yang Anda paling sulit takluk kepada kebenaranNya?Apa penyebabnya?

TEKADKU

Ampunilah aku Tuhan jika selama ini aku giat untuk Allah namun tanpa pengertian yang benar. Tidak jarang apa yang kulakukan menjadi bias untuk mengejar tujuan-tujuanku sendiri (termasuk dalam pelayanan). Kini aku sadar bahaw pelayanan semacam ini, betapapun dilakukan dengan giat, tidak akan mendatangkan berkat yang sesungguhnya. Amin

TINDAKANKU

Lakukan sesuatu hari ini yang menunjukkan bahwa segala sesuatu yang Anda lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan yang sudah membenarkan Anda dengan darahNya, bukan untuk menunjukkan kehebatan sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*