suplemenGKI.com

IMAN YANG MEMULIHKAN

Markus 7:24-30

 

Pengantar
Dalam bagian ini diceritakan tentang seorang perempuan Yunani bangsa Siro-Fenisia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan dari anaknya. Dalam bagian lain yaitu Matius 15:21-28, wanita itu disebut ‘wanita Kanaan’. Matius mengganti nama itu dengan nama kuno dari dalam Perjanjian Lama dengan mengatakan bahwa perempuan itu adalah ‘wanita Kanaan’. Dalam tradisi Yahudi, perempuan Siro-Fenisia disebut sebagai bangsa kafir yang tidak layak untuk menerima keselamatan dari Allah. Meskipun ia bukan berasal dari bangsa Yahudi dan dianggap kafir, kita dapat melihat imannya akan kuasa Tuhan yang memulihkan anaknya yang sedang mengalami kerasukan.

Pemahaman

  • Ayat 26-27    : Apa yang Yesus katakan kepada perempuan Siro-Fenisia yang memohon agar anaknya disembuhkan?
  • Ayat 28          : Bagaimana respon perempuan itu atas jawaban Yesus?
  • Ayat 29-30    : Apakah yang terjadi ketika perempuan Siro-Fenisia itu kembali pulang ke rumahnya?

Ketika perempuan Siro-Fenisi itu memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya, Yesus berkata, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing“(ayat 27). Kata-kata yang diucapkan oleh Yesus seolah-olah sangat keras. Namun, kata “anjing” dalam bahasa aslinya mengadung pengertian anjing kecil atau anjing rumah. Dalam kehidupan rumah tangga Palestina, di mana ada anak-anak dan anjing piaraan, maka anak-anak diberi makan lebih dulu. Sesudah itu, anjing diberi makanan yang tersisa di meja. Yesus ingin melihat seberapa jauh kegigihan dan kepercayaan perempuan Siro-Fenisia tersebut. Melalui perkataan-Nya, Yesus ingin menguji wanita itu dengan menerangkan bahwa pekerjaan-Nya untuk sementara untuk kebaikan orang Israel saja. Namun perempuan itu tidak marah mendengar perkataan Yesus. Ia menyadari perbedaan antara orang-orang Yahudi dan non-Yahudi. Ia sadar bahwa keberadaannya dianggap kafir, tidak layak masuk dalam Kerajaan Allah oleh bangsa Yahudi, dan kecil di hadapan Tuhan. Oleh karena itu ia berkata, “ Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (ayat 28). Jawaban yang diberikan oleh perempuan itu benar-benar jawaban rendah hati yang memohon belas kasih dari Yesus. Ketika Yesus melihat kegigihan iman yang dimiliki oleh perempuan tersebut, maka Ia menyuruhnya pulang. Sesampainya ibu itu di rumah, maka anaknya pun berbaring di tempat tidur dan telah pulih (ayat 30). Oleh iman yang begitu besar kepada Yesus, maka anak dari perempuan Siro-Fenisia mengalami pemulihan.

Refleksi
Tutuplah mata sejenak. Renungkanlah: Sejauh mana saudara percaya akan kuasa Tuhan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan? Iman harus diwujudnyatakan dengan sikap yang tidak mudah menyerah dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku selalu menganggap persoalanku lebih besar. Ajarku untuk memiliki iman atas kuasa dan karya-Mu yang besar dalam hidupku. 

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan mengajak anggota keluargaku untuk tetap beriman teguh dan berharap hanya kepada Tuhan dalam setiap persoalan yang terjadi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*