suplemenGKI.com

Matius 5:13-16

 

Hakekat Agen Perubahan

 

Pengantar
Pada waktu memanggil para murid-Nya, Kristus mendengungkan kepada mereka sebuah rencana, “kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19). Hari ini kita akan bersama-sama merenungkan tentang pemaparan lebih lanjut perihal bagaimana para murid itu secara sungguh-sungguh dapat menjadi seperti yang diharapkan-Nya.

Pemahaman

- Dapatkah Saudara memberikan gambaran tentang fungsi dan cara kerja garam? Dalam hal apakah garam itu menggambarkan fungsi dan cara hidup umat Allah?

- Gambaran seperti apa pula yang dapat Saudara berikan tentang terang? Adakah perbedaan-perbedaan dalam penggambaran tentang garam dan terang itu?

Seringkali ketika berbicara tentang fungsi garam, kita hanya menghubungkannya dengan pengolahan makanan. Namun sesungguhnya fungsi garam bukan hanya terkait dengan pengolahan makanan, tetapi juga terkait dengan persembahan. Melalui Musa Tuhan berfirman, “Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.” (Ima. 2:13; bd. Yeh. 43:24).

Garam bekerja tanpa suara, melebur dan mengemban tugas untuk menyebarkan rasa, sehingga apa yang terasa hambar bisa memiliki rasa yang lebih sedap, dan apa yang sudah memiliki rasa dapat terasa lebih nikmat lagi. Ia membersihkan, mencegah terjadinya pembusukan serta mengharumkan. Bukankah semua itu menggambarkan tugas yang harus diemban umat Allah? Bekerja dalam keheningan, sepi ing pamrih, untuk menjaga agar kehidupan ini sebersih mungkin, tidak mengalami pembusukan, dan akhirnya menjadi persembahan yang harum di hadapan Tuhan?

Sejalan bak kedua sisi sekeping uang, umat Allah juga ditugasi menjadi terang dunia yang tidak tersembunyi, nampak jelas untuk memberikan penerangan sehingga tidak ada yang tersesat. Namun perlu diingat, tujuan dari mandat bersinar itu bukanlah orang mengagumi betapa berkilaunya kita saat bersinar, sebab Kristus bersabda, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”. Jadi tujuannya adalah dunia memuliakan Allah, bukan memuliakan diri kita. Dengan kata lain, sesungguhnya kita ini adalah reflektor yang mencerminkan serta menyebarkan kasih dan kemuliaan Allah.

Refleksi
Sebagai umat Allah, kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia. Kita perlu belajar untuk merendahkan diri sedemikian rupa agar larut namun tidak hanyut dalam dunia ini sehingga kita mampu menggarami dunia. Bekerja dalam keheningan untuk menghambat proses pembusukan dunia, namun sekaligus juga menjalani hidup sebagai teladan, bagaikan terang yang memancarkan kemuliaan Allah.

Tekad
Doa: Tuhan, bantulah saya untuk dapat memahami serta memancarkan kemuliaan-Mu. Amin.

Tindakan
Salah satu tindakan untuk memancarkan kemuliaan Allah adalah mengunjungi dan berdoa minimal bagi satu orang yang sedang sakit 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«