suplemenGKI.com

2Timotius 2:14-16.

 

Perjuangan Iman Dengan Ketulusan Dan Kebenaran.

 

Pengantar:
Pepatah “lidah tidak bertulang” bisa berarti: Orang yang tidak bisa menjaga perkataannya bisa mendapat masalah. Atau: Manusia sangat mudah untuk mengumbar janji-janji manis. Atau: Bicara/ucapan seseorang tidak bisa dipegang, dan sebagainya. Itu semua hendak menjelaskan bahwa tidak jarang seseorang berbicara dan berjanji tetapi tidak disertai ketulusan dan kebenaran, akibatnya merugikan diri sendiri dan orang lain yang mendengarkannya. Bagaimana nasihat Paulus dalam bacaan hari ini?

Pemahaman:

Ayat 14 : Apakah yang melatarbelakangi nasihat Rasul Paulus kepada Timotius, khususnya dalam hal memberitakan Injil?
Ayat 15 : Bagaimanakah seharusnya sikap Timotius dalam memperjuangkan pemberitaan Injil?
Ayat 16 : Apakah yang harus dihindari oleh Timotius dalam perjuangan memberitakan Injil?

Di tengah-2 pelayanannya Timotius harus berhadapan dengan pengajar-2 palsu (17) Mereka mengajarkan hal-2 yang merusak Iman orang-orang percaya, pengajaran mereka menyimpang dari kebenaran, yaitu bahwa kebangkitan itu telah berlangsung (18) Ajaran mereka digambarkan seperti penyakit kanker yg berbahaya.

Di tengah kondisi demikian, Timotius diharapkan hidup layak atau berkenan di hadapan Allah. Artinya, tidak perlu malu, kompromi atau kalah dengan penyesat-2 itu. Melainkan tetap bekerja keras, berjuang memberitakan Injil kebenaran Allah dengan ketulusan dan kebenaran. Timotius diharapkan bersikap tidak kompromi dengan ketidakbenaran yang menyesatkan, sebagai wujud iman yang benar, kuat dan teguh yang dimeteraikan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dengan prinsip bahwa siapa yang mempercayai Tuhan dalam hidupnya harus meninggalkan kejahatan, termasuk meninggalkan pengajaran-pengajaran yang menyesatkan.

Untuk itulah Timotius harus menghindari atau menjaga diri dari omongan yang kosong dan yang tidak suci. Dengan kata lain, memberitakan Injil harus dengan prinsip ketulusan dan kebenaran sesuai dengan dasar iman kepada Yesus Kristus yang memanggilnya menjadi pemberita Injil atau pelayan-Nya.

Refleksi:
Pernahkah saudara menghadapi pengajaran yang menyesatkan iman saudara? Bagiamana sikap saudara ketika menghadpai hal demikian?

Tekadku:
Tuhan Yesus, tolonglah saya agar tetap teguh beriman pada kebenaran-Mu, ketika harus berhadapan dengan penyesat-penyesat atau pengajaran-pengajaran palsu.

Tindakkanku:
Berjuang memiliki pengenalan yang benar akan pengajaran Iman Kristen yang sesungguhnya, agar siap menghadapi pengajaran-pengajaran yang tidak benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«