suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 25 : 1-13.

“GADIS YANG BIJAKSANA ATAU GADIS YANG BODOH”

 

PENGANTAR.
Kalimat pendahuluan dalam kisah ini adalah, “pada waktu itu hal kerajaaan Sorga seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki”. Jika kita perhatikan bahwa sepuluh gadis tersebut pergi ke rumah pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki.Bisa dibayangkan bahwa gadis-gadis tersebut sedang sibuk di rumah pengantin wanita, mendandani dan menjaga pengantin wanita sebagai persiapan dimenit-menit terakhir.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa mereka disebut sebagai gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh ? ( ayt 1-4)
  2. Apa yang mereka lakukan ? (ayt 5)
  3. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah ini ?

Perumpamaan ini berfokus pada sepuluh gadis pengiring pengantin. Lima dari sepuluh gadis tersebut bodoh dan lima lagi bijaksana.Gadis-gadis yang bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa persediaan minyak. Pelita-pelita yang dipakai dalam prosesi  pernikahan jaman itu adalah semacam obor. Obor ini terdiri dari sebuah gala panjang dengan sumbu yang dibasahi minyak dibagian atasnya. Obor akan menyala dengan terang ketika dinyalakan, menerangi prosesi pesta menuju rumah pengantin laki-laki. Tetapi karena apinya menyala dengan terang maka isi minyakakan cepat habis dalam waktu 15 menit. Tambahan minyak zaitun harus dituangkan pada sumbu untuk menjaga agar obor tetap menyala.Karena itu gadis-gadis pembawa obor harus siap dengan persediaan minyak yang cukup untuk menjaga pelita tetap menyala, khususnya jika gadis-gadis pengiring pengantin tersebut melakukan tarian obor pada waktu pengantin laki-laki datang.

Lima gadis pengiring yang bodoh telah tiba di rumah pengantin wanita tanpa persiapan apa-apa.Mereka lalai membawa persediaan minyak tambahan.Kepentingan mereka membawa obor adalah untuk prosesi penyambutan pengantin laki-laki.Apalah artinya obor yang mereka bawa apabila kehabisan minyak.Mereka tidak menyadari kesalahan mereka yang fatal.Dengan demikian mereka gagal melakukan harapan-harapan dari pengantin laki-laki dan wanita untuk tugas yang diberikan kepada mereka.

Adapun lima gadis yang lainnya adalah bijaksana. Mereka membawa obor  juga membawa persediaan minyak. Mereka bijaksana karena mereka melibatkan diri secara penuh kedalam situasi dan mengikuti intruksi yang ada dengan hati-hati. Firman Allah mengajar bahwa orang yang bijaksana memiliki wawasan yang benar akan kehendak Allah. Lima gadis yang bijaksana terus melakukan kehendak Allah dengan sungguh-sungguh.Setia menjalani kehidupannya dengan hati-hati.Menjaga hidup yang tulus dan kudus.

Setiap orang percaya yang hidup pada jaman sekarang hendaknya berlaku seperti lima gadis yang bijaksana yang melakukan kehendak Allah dengan sungguh-sungguh, setia dalam iman dan menjaga hidup yang kudus. Sehingga ketika Kristus datang kita siap untuk menyambutNYA. Saudara termasuk yang mana ?

REFLEKSI
Renungkanlah ! apakah saudara adalah termasuk gadis yang bijaksana yang terus melakukan kehendak Allah ? apakah saudara setia menjalani  kehidupan yang tulus dan kudus ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, tolonglah saya menjadi pribadi yang setia melakukan kehendakMu dengan hidup yang tulus dan kudus, sehingga saya dapat menjadi seperti gadis-gadis yang bijaksana.

TINDAKANKU.
Dalam menantikan kedatangan Kristus yang kedua saya harus berjaga-jaga, setia dalam iman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*