suplemenGKI.com

Sabtu, 8 Juni 2019

07/06/2019

Yohanes 14:25-27

BELAJAR BERSAMA ROH KUDUS

PENGANTAR
Sebuah pepatah berujar, “never too old to learn”, tidak ada batas usia untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses yang berlangsung seumur hidup, termasuk di dalamnya belajar mengenai berbagai hal untuk membangun kerohanian kita. Upaya kita untuk semakin mengenal Kristus, mengerti kehendak-Nya, dan melakukan firman-Nya, adalah sebuah proses belajar yang tidak akan pernah berakhir seumur hidup kita. Sebagai murid-murid Yesus, kita tidak boleh menganggap bahwa kita sudah mengetahui semua kebenaran tentang Kristus dan menutup pikiran kita dari berbagai hal yang belum kita pahami sepenuhnya. Dalam proses belajar inilah Roh Kudus berperan penting dalam hidup kita.

 

PEMAHAMAN

  • Ay. 25-26. Apa saja peran Roh Kudus yang disebutkan Yesus di sini? Mengapa Yesus menjelaskan peran Roh Kudus kepada mereka?
  • Ay. 27. Damai sejahtera seperti apakah yang ditinggalkan Yesus bagi mereka? Apa hubungan damai sejahtera ini dengan ayat 25-26?

Di bagian ini, Yesus melanjutkan penjelasan-Nya mengenai Roh Kudus. Penjelasan ini berhubungan erat dengan topik utama di ayat-ayat sebelumnya, yaitu mengenai kasih kepada Yesus dan ketaatan kepada firman-Nya (ay. 23-24). Bagaimana mereka dapat tetap mengasihi Yesus dan tetap taat kepada-Nya setelah Yesus tidak lagi berada bersama-sama mereka? (ay. 25).

Yesus menjawab masalah tersebut dengan menyebutkan tiga peran Roh Kudus di ayat 26.  Pertama, Roh Kudus “mewakili” Yesus  (“diutus oleh Bapa dalam nama-Ku”). Kehadiran Roh Kudus akan membuat Kristus yang hidup nyata bagi para pengikut-Nya. Kedua, Roh Kudus akan mengajar para murid. Seorang murid Kristus harus membuka pikirannya terhadap karya Roh Kudus ini sehingga ia terus-menerus belajar seumur hidupnya. Ketiga, Roh Kudus akan mengingatkan mereka kepada perkataan Yesus. Tentu saja, dalam proses belajar, kita dapat menggunakan pengetahuan dan logika kita. Namun, sumber kebenaran yang utama adalah perkataan Yesus. Selain itu, dengan mengingatkan kita akan perkataan Kristus, Roh Kudus akan membimbing kita dalam bersikap, berkata-kata dan bertindak.

Ayat 27 mengungkapkan kebaikan Yesus kepada kita, para murid-Nya. Yesus bukan hanya meninggalkan perintah untuk kita lakukan, melainkan juga damai sejahtera. Damai sejahtera (Ibr.: shalom) yang dimaksudkan Yesus di sini bukanlah sebuah keadaan yang bebas dari kesulitan. Justru sebaliknya, dengan damai sejahtera yang diberikan Yesus, kita akan mampu menghadapi kesulitan dengan tenang karena kita yakin sepenuhnya akan kasih dan perkenan Allah. Jika dengan pertolongan Roh Kudus, kita melakukan firman-Nya, maka damai sejahtera itu akan menjadi bagian kita.

REFLEKSI
Roh Kudus menolong kita memelihara hubungan dengan Yesus, melakukan firman-Nya, dan menikmati damai sejahtera yang diberikan-Nya kepada kita.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah kepadaku kerendahan hati agar aku terus belajar, mengerti kehendak-Mu, dan melakukan firman-Mu.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan aku akan mempelajari minimal satu hal yang baru yang dapat  kuterapkan dalam hidupku atau dalam pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«