suplemenGKI.com

Sabtu, 8 Juni 2013

07/06/2013

Lukas 7:1-10

Kasih yang Melampaui Batasan

 

Pengantar
Ada banyak kebaikan yang terjadi di sekitar kita, namun kebaikan mana yang benar-benar kebaikan? Apakah kriterianya sehingga kita dapat mengatakan bahwa suatu kebaikan benar-benar adalah kebaikan, dan bukan tindakan manipulatif? Mari kita belajar dari perenungan hari ini.

Pemahaman

-          Dapatkah Saudara membuat daftar tindakan-tindakan si perwira yang
            membuktikan bahwa ada kasih yang besar di dalam dirinya?

-          Bagaimanakah hubungan antara tindakan kasih, iman, dan kerendahan
           hati si perwira ini?

Sesungguhnya tokoh perwira dalam perikop kita hari ini adalah sosok yang penuh kasih. Hal itu dapat dilihat pertama-tama dari sikapnya kepada hambanya. Perwira itu sangat menghargai hambanya, sehingga ia berusaha untuk mendapatkan penyembuhan terbaik bagi hambanya itu. Mungkin sebagian dari kita berpendapat bahwa hal itu dikarenakan hamba tersebut memiliki kinerja yang bagus. Tapi kita harus ingat bahwa pada jaman itu, tidak ada sesuatu yang mengharuskan seorang juragan untuk menghargai hambanya, sebaik apapun hamba tersebut.

Kebaikan si perwira juga nampak dalam sikapnya terhadap orang Yahudi. Tentulah sudah banyak hal yang telah dikerjakan oleh perwira tersebut bagi orang Yahudi, sehingga para tua-tua Yahudi itu tidak enggan untuk menolongnya sambil berkata kepada Yesus, “Ia layak Engkau tolong…”. Kasih perwira itu – yang notabene adalah orang non Yahudi, sebab ia perwira Romawi – kepada orang Yahudi digambarkan dalam dua frasa, yaitu: “ia mengasihi bangsa kita” dan “ia menanggung pembangunan rumah ibadat”. Kedua frasa ini sebenarnya dapat dianggap sebagai perwujudan rasa hormat si perwira kepada Allah orang Yahudi. Matthew Henry menduga bahwa sikap kasih si perwira kepada orang Yahudi kemungkinan dikarenakan ia pernah membaca Perjanjian Lama sehingga mengerti posisi orang Yahudi sebagai umat Allah. Sedangkan tindakannya dalam membangun rumah ibadat adalah wujud rasa hormatnya kepada Allah Israel serta rasa percayanya bahwa Dialah satu-satunya Allah yang hidup dan benar. Selanjutnya Henry berkomentar, “membangun tempat-tempat peribadatan adalah perbuatan yang sangat baik. Ini contoh yang menunjukkan kasih kepada Allah dan umat-Nya. Orang-orang yang melakukan perbuatan yang baik semacam ini patut dihormati dua kali lipat.”

Kebaikan hati si perwira ini tidak berdiri sendiri. Ia juga disertai dengan kerendahan hati. Di siniah kebaikan hati secara sempurna mewujudkan kasih. Bila kebaikan hati tidak disertai dengan kerendahan hati, maka kebaikan tersebut akan bersifat manipulatif. Saya layak mendapatkan itu karena saya baik hati. Sebaliknya,  yang meluncur dari mulut si perwira adalah: “aku tidak layak menerima Tuan”. Sekalipun ia adalah seorang perwira yang biasa dihormati, sekalipun ia dipandang para tua-tua Yahudi sebagai pribadi yang layak ditolong, namun ia berkata “aku tidak layak menerima Tuan”.

Dengan memperhatikan kalimat berikutnya,maka kita akan tahu bahwa sesungguhnya kemurahan hati dan kerendahan hati si perwira itu terkait dengan imannya. Sebab berikutnya ia berkata, “katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”

Refleksi
Kini tibalah saatnya di mana kita merenungkan, sejauh mana tindakan kasih dalam diri kita berjalan seiring dengan kerendahan hati? apakah semuanya itu dimotori oleh iman kita, ataukah sebenarnya hanya dikarenakan faktor kemanusiaan saja? Apakah tindakan kasih kita itu bermuara pada kemuliaan Kristus?

Tekad
Doa: Ya Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini untuk melakukan tindakan kasih dengan berakar pada imanku kepada-Mu. Amin.

Tindakan
Belajar dari tindakan si perwira yang menghargai hambanya, mari belajar menghargai kebaikan yang dilakukan sesama – misalnya dengan mengucapkan terima kasih – meski selama ini kita menganggapnya sebagai hal yang biasa.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«