suplemenGKI.com

Sabtu, 8 Juli 2017

07/07/2017

Kebebalan

Matius 11:16-19

 

Pengantar
                Pernahkah anda menjumpai orang-orang yang diberitahu sangat sulit sekali bahkan tidak mau tahu? Atau pernahkah anda berjumpa dengan orang yang selalu menganggap dirinya benar?, padahal sudah ditunjukkan fakta bahwa dia salah. Sadar atau tidak kita berjumpa dengan tipe-tipe orang-orang seperti ini, orang-orang yang keras kepala dan tidak mau berubah sekalipun telah mendengar bahkan melihat faktanya. Apa yang dikatakan firman Tuhan terhadap orang-orang yang keras kepala ini. 

Pemahaman

Ay 16-17, Bagaimanakah Tuhan Yesus menggambarkan orang-orang yang tidak mau percaya dengan utusan-utusan Allah?

Ay 18, Apa yang dikatakan mereka tentang Yohanes Pembaptis?

Ay 19, Apa yang mereka katakan tentang Anak Manusia?

Setelah Yesus berbicara dengan murid-murid Yohanes, mulailah Yesus berbicara tentang Yohanes kepada orang banyak dan murid-murid-Nya. Yohanes datang sebagai nabi dan mempersiapkan jalan untuk bertemu dengan Anak Manusia. Yohanes pembaptis terus menerus memberitakan tentang kerajaan Allah sudah dekat dan menyuruh orang-orang untuk bertobat. Bahkan Yesus memuji Yohanes pembaptis sebagai nabi yang besar.

Namun apa yang disampaikan oleh nabi besar (Yohanes), tidak banyak didengar maupun dipercayai oleh mereka.Yesus mengumpamakan orang-orang yang tidak mau percaya tersebut seperti Anak-anak yang berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kam tidak berkabung. Inilah gambaran dari orang-orang yang tidak menanggapi kehadiran dari utusan-utusan Tuhan.

Mereka bukan saja tidak menanggapi utusan Tuhan, namun malah mencela nabi-nabinya. Yohanes yang pernah berpuasa tidak makan dan tidak minum ditanggapi dengan kata-kata ia kerasukan setan. Sedangkan Anak Manusia yang mau makan dan minum dan bermasyarakat, dicap sebagai seorang pelahap dan peminum, dan sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Yesus mengecap mereka sebagai orang-orang yang tidak tahu perubahan jaman yang sedang terjadi, namun Yesus juga melihat kedegilan hati mereka, karena mereka sudah banyak melihat peristiwa yang ajaib namun mereka tetap tidak mau percaya.

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita mudah percaya dengan perbuatan-perbuatan Allah atau menganggap biasa apa yang dilakukan Allah pada kita.

Tekadku
Ya Tuhan, Ampunilah saya yang selalu mengharapkan Tuhan melakukan hal-hal yang spektakuler terus di dalam hidup ini, ampuni kebebalan hati saya.

Tindakanku
Hari ini saya mulai hidup dengan mengucap syukur untuk setiap karya Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«