suplemenGKI.com

PELAYANAN YANG MEMURNIKAN

Lukas 3:15-17

 

Pengantar

Berbicara tentang pemurnian selalu berarti berbicara tentang ketidakmurnian di sisi yang lainnya. Pada hari ini kita akan merenungkan pelayanan yang memurnikan melalui sepenggal kehidupan pelayanan Yohanes Pembaptis yang dicatat di dalam Lukas 3:15-17. 

Pemahaman

-    Mengapa orang banyak itu bertanya dalam hatinya tentang Yohanes Pembaptis?
-    Menurut Saudara, apakah baptisan Kristus lebih berkuasa daripada baptisan Yohanes? Mengapa demikian?

Pada masa pelayanan Yohanes Pembaptis, orang-orang Yahudi sedang menanti-nantikan kehadiran Mesias, Juruselamat yang sudah dijanjikan oleh Allah. Itu sebabnya tidaklah mengherankan apabila orang-orang yang hadir dalam pelayanan Yohanes Pembaptis itu bertanya-tanya dalam hati, apakah Yohanes Pembaptis ini adalah Sang Mesias yang dijanjikan itu atau bukan. Namun penulis Injil Lukas mencatat bahwa Yohanes tidak menjawab secara langsung, melainkan memberikan penjelasan bahwa sesudah dia akan datang seseorang yang jauh lebih berkuasa sehingga membuka tali kasut-Nyapun Yohanes Pembaptis tidak layak. Membuka tali kasut adalah tindakan layanan yang dilakukan seorang budak terhadap tuannya. Jadi tatkala Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa dirinya tidak layak membuka tali kasut Sang Mesias itu, maka itu berarti Yohanes Pembaptis melihat dirinya sebagai sosok yang tidak layak menjadi budak Sang Mesias.

Untuk memberikan gambaran tentang kuasa Sang Mesias, Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa baptisan Sang Mesias adalah baptisan dengan Roh Kudus dan api, berbeda dengan baptisan air yang dilakukannya. Baptisan air adalah ritual keagamaan yang biasa dilakukan orang Yahudi. Hal itu berarti baptisan tersebut tidak mampu memurnikan. Sebaliknya, api seringkali digunakan sebagai lambang pemurnian. Dengan kata lain baptisan air hanya mampu membersihkan hal-hal lahiriah tanpa mampu menyentuh hal-hal batiniah, sedangkan baptisan api merupakan baptisan yang mampu membersihkan hal-hal batiniah yang tidak mampu disentuh oleh baptisan air.

Tema pemurnian ini yang kemudian ditegaskan oleh Yohanes Pembaptis tatkala mengatakan bahwa alat penampi sudah di tangan Sang Mesias yang siap membersihkan tempat pengirikan-Nya, untuk memisahkan antara gandum yang akan dibawa masuk ke dalam lumbung-Nya dengan debu jerami yang akan dibakar-Nya.

Refleksi

Saya yakin dan percaya bahwa setiap kita tidak hanya ingin dibersihkan secara lahiriah saja, melainkan juga dibersihkan secara batiniah. Namun demikian apakah kita siap untuk dimurnikan secara batiniah? Allah rindu kehidupan kita menjadi kehidupan yang lebih baik. Karena itu DIA rindu memurnikan kita bukan hanya secara lahiriah saja tetapi juga secara batiniah.

Tekad

Doa: Bapa surgawi, tolonglah saya untuk membuka diri sedemikian rupa agar siap untuk Engkau murnikan bukan hanya secara lahiriah tetapi juga secara batiniah. Amin.

Tindakan

Saya akan meluangkan waktu 10 menit sebelum makan siang dan makan malam untuk mengevaluasi diri di hadapan Tuhan, adakah bagian dari hidup saya yang perlu dimurnikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«