suplemenGKI.com

Matius 5:13-16

 

“Hakikat Pengikut Kristus”

Pengantar:
Kita sering mendengar orang mengatakan “hakikatnya” Apakah arti kata “hakikat” itu? Dalam kamus besar bahasa Indonesia hakikat memiliki dua arti: 1) Intisari atau dasar; 2) Kenyataan yang sebenarnya atau yang sesungguhnya. Maka jika kata hakikat itu dikenakan pada seseorang atau benda atau apa saja, berarti hendak menegaskan tentang intisari, dasar, kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya dari sesuatu yang dikenakan dengan kata hakikat itu. Dengan kata lain hakikat adalah menunjukkan kenyataan yang sesunggunya dari sesuatu tersebut. Misalnya ketika seseorang dikatakan “pada hakikatnya kamu itu orang baik” berarti hendak menegaskan bahwa memang orang tersebut adalah baik. Dalam Matius 5:13-16, Yesus menyebut para pendengar-Nya sebagai garam dan terang dunia, mari kita telusuri apa yang hendak ditekankan oleh Yesus melalui pernyataan tersebut.

Pemahaman teks:

  1. Apa yang hendak diajarkan Yesus ketika menyebut pendengarnya garam & terang dunia? (13-14)
  2. Apa yang harus dihadirkan oleh pengikut Kristus bagi dunia ini? (v. 13-16)

Matius 5:13-16 merupakan rangkaian khotbah Yesus di bukit yang merupakan khotbah pengajaran Yesus tentang nilai-nilai kerajaan Allah yang harus dihadirkan oleh setiap pengikut Kristus bagi dunia. Pada bagian ini Yesus menyebut para pendengar-Nya sebagai garam dan terang dunia. “Kamu adalah garam dunia….kamu adalah terang dunia” Hal itu menegaskan bahwa para pendengar atau pengikut Yesus pada hakekatnya (intisarinya, dasarnya, kenyataannya atau sesunggugnya) adalah garam dan terang dunia. Berbeda jika Yesus mengatakan “kamu, jadilah garam dan terang dunia” artinya berupa suatu ajakan untuk berproses dari sebelumnya belum sebagai garam dan terang dunia kemudian melalui proses akan menjadi garam dan terang dunia. Nah jika kita menghayati bahwa setiap orang percaya atau pengikut Kristus pada hakikatnya adalah garam dan terang dunia, maka menjadi penting untuk memahami fungsi garam maupun terang itu dengan benar. Garam mempunyai dua fungsi utama: 1) Pemberi rasa terhadap setiap masakan, sehingga masakan menjadi sedap, nikmat dan lezat. 2) Dapat mengawetkan ikan, daging atau sayur agar tidak cepat membusuk atau rusak. Dengan demikian sebagai pengikut Kristus adalah harus menghadirkan fungsi yang sesuai dengan hakikatnya, yaitu menghadirkan pengaruh yang baik, yang positif dan yang memperbaiki di manapun ia berada. Demikian juga dengan terang, semua orang membutuhkan terang. Hidup ini akan sangat sulit dan berbahaya jika tidak ada terang. Itu sebabnya terang baik berupa lampu pelita, lampu listrik atau obor selalu diletakkan di tempat yang lebih tinggi supaya bisa menerangi tempat yang gelap dan semua dapat terlihat dengan jelas. Jadi sebagai pengikut Kristus, maka seharusnya di manapun kita berada kita harus menerangi dunia dengan memperlihatkan sikap hidup, perkataan dan perbuatan yang benar, jujur dan tulus, dengan demikian sesungguhnya kita sedang memberi pengaruh bak bagi dunia.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Apakah saudara menyadari bahwa saudara pada hakikatnya adalah garam dan terang dunia? Jika demikian, sudahkah saudara berfungsi sebagai garam dan terang bagi dunia?

Tekadku:
Tuhan, mampukan saya untuk berfungsi sesuai dengan hakikat saya yang adalah garam dan terang dunia, agar saya dapat memberi pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitar saya.

Tindakkanku:
Saya mau berfungsi sesuai dengan hakikat hidup saya yaitu menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar saya, baik melalui pikiran, perkataan maupun perbuatan saya agar lingkungan saya menjadi semakin baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«